alexametrics

Warga Kelurahan Randugarut Kembangkan Bisnis Roti di Kawasan Industri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu menjadi saksi pertumbuhan kawasan Industri Wijayakusuma. Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor industri. Bukan sekadar menjadi karyawan, namun juga menjadi penopang industri yang kini semakin pesat.

Warga sekitar turut membuka lahan baru di sektor bisnis. Umumnya jasa penyewaan rumah, dan kos mengiringi kemajuan kawasan industri. Namun demikian, di sini terdapat bisnis roti yang cukup ternama di pasar Kota Semarang.

Lurah Randugarut Murni mengatakan, tuntutan perusahaan untuk memenuhi konsumsi bagi puluhan ribu karyawan justru dilirik sebagai peluang oleh warga setempat. Hal ini kemudian melahirkan beberapa usaha skala rumahan yang berkreasi menciptakan varian rasa roti dan aneka jenis makanan ringan.

Baca juga:  Kawasan Genuk Masih Dikepung Banjir

“Kawasan industri menyerap ribuan tenaga kerja. Warga yang tidak bekerja di sektor tersebut tergugah untuk menciptakan aneka snack dan jajanan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, strategi mempromosikan produk yang digunakan selain memanfaatkan platform media sosial, dengan rutin mengikuti bazaar. “Menggunakan channel youtube untuk memfasilitasi promosi, kita juga kemarin mengikuti festival bazaar,” ungkapnya

Selama pandemi Covid-19, Kelurahan Randugarut menjadi lumbung pangan melalui program CSR. Tak hanya itu, pendampingan terhadap anak usia sekolah dilakukan demi mencegah peningkatan kasus pergaulan bebas.

Tumbuhnya ekonomi di bidang industri, lantas di ikuti melejitnya bisnis roti yang semula merupakan produksi rumahan. Hal ini menjadi kunci “Moyasa Bakery” yang dirintis sejak 2016 lalu untuk bersaing di segmen cake and bakery Kota Lunpia.

Baca juga:  Harpelnas, Indosat Luncurkan Gerai Online

Pemilik “Moyasa Bakery” Monica Ariani Santoso sebelumnya hanya melayani pesanan skala kecil. Setelah sempat terhenti, tepatnya 2020 lalu, kini ia sudah berhasil membawa bisnisnya bangkit kembali. “Karena kekurangan tenaga dan ada satu lain hal sempat berhenti produksi. Sejak 2020 melalui kreasi donat bomboloni bertahap mulai dikenal,” kata Monica. (cr3/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya