alexametrics

Pandemi Pererat Persatuan Warga Kelurahan Plamongansari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Plamongansari,  Kecamatan Pedurungan merupakan salah kelurahan di Kota Semarang yang siap siaga menangani pandemi covid-19. Banyak program yang sudah dilakukan, baik dari pemerintah maupun inisiatif sendiri.

Salah satu program itu contohnya adalah adanya Jogo Tonggo. Dalam program ini RT dan RW berswadaya untuk saling bantu mencegah covid di wilayah masing-masing, juga menangani warga yang menjadi korban pandemi ini. Menurut Lurah Plamongansari Adi Yunarso, di balik semua dampak negatif, covid-19 ini juga membuat tumbuhnya rasa persatuan dan kerukunan antarwarga. Dengan adanya tindakan bantu membantu dan saling tolong.

“Mungkin biasanya kita sibuk dengan kegiatan masing-masing, jadi kalau ketemu tetangga mungkin hanya saling sapa. Tetapi dengan adanya covid ini, kita bisa menjadi saling perhatian. Awalnya yang hanya sekedar saling sapa, berujung dengan proses gotong-royong menangani covid-19 yang otomatis menambah kerukunan antarwarga,” ujar Adi.

Baca juga:  PSIS Waspadai Tiga Legiun Asing Persela

Selain Jogo Tonggo, warga Kelurahan Plamongansari mengadakan program senam bersama sembari melakukan dede atau berjemur sebagai bentuk pencegahan terjangkitnya virus covid-19 dan upaya menyehatkan tubuh. Selain kegiatan menyehatkan tubuh, warga Plamongansari juga melakukan kegiatan penyehatan lingkungan. Terbukti pada tahun ini RW 5,14 dan 16 Kelurahan Plamongansari mendapatkan peringkat 3 pada lomba lingkungan bersih dan sehat lomba tingkat Kota.

Saat maraknya covid-19, Kelurahan Plamongansari pun mengadakan penyemprotan desinfektan secara rutin. “Kami mewajibkan tiap RW memiliki alat untuk menyemprotkan disinfektan dan apabila tidak ada kami akan sediakan. Sedangkan untuk cairan desinfektan kami datangkan dari BPBD,” ujar Adi. Program lainya adalah program vaksinasi yang merata hingga warga yang sudah mendapatkan vaksin dosis satu dan dua mencapai angka lebih dari 70 persen dari total warga Plamongansari.

Baca juga:  Warga Kelurahan Randugarut Kembangkan Bisnis Roti di Kawasan Industri

Dampak covid-19 tidak hanya pada sektor kesehatan tetapi juga di sektor perekonomian. Kelurahan Plamongansari sudah menyiapkan beberapa cara untuk mengembalikan perekonomian warganya. Salah satu caranya adalah mengikutsertakan UMKM setempat ke program Gerai Kopi Mi atau gerakan terintegrasi masyarakat koperasi dan usaha mikro milik pemerintah. Rencananya Kelurahan Plamongsari juga ingin mengadakan bazar UMKM secara rutin serta mengadakan pelatihan-pelatihan agar terjadi peningkatan produktivitas warga setempat.

Di Kelurahan Plamongansari pun terdapat kampung tematik, yaitu kampung tematik rebung yang ada sejak 2017. Hasil produksi rebungya itu disetorkan ke Semarang Tengah untuk dibuat lumpia. Tetapi semakin berjalannya waktu, produsen rebung berkurang. Terlebih saat lahan masyarakat banyak yang tergerus air, lahan untuk menanam rebung pun banyak yang digantikan menjadi lahan perumahan.

Kerja sama warga Plamongansari pun terlihat baik dan nyata, terbukti saat sungai sekitar sana terjadi pendangkalan, warga Plamongansari pun bergotong-royong membersihkan sungai lalu membuatkan keramba yang berisi ikan yang dirawat hingga sekarang. Lalu di RW 14, warga juga bergotong royong membangun suatu lapangan yang baru diresmikan dua minggu yang lalu dengan dihadiri wali kota Semarang. Pada peresmian saat itu pun diadakan berbagai acara seperti turnamen voli, bazar lokal, senam, dan donor darah.

Baca juga:  Bangkitkan Kembali Kampung Anggrek di Kelurahan Mijen

Kerja sama pun tidak hanya antar warga saja, antar stakeholder pun bekerja sama untuk menyelesaikan masalah. Contohnya mengadakan Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan)yang diadakan untuk menyelesaikan masalah yang ada, seperti halnya fasilitas atau perencanaan pembangunan sarana-prasarana yang dibutuhkan masyarakat.

“Harapan saya adalah agar warga Plamongansari dapat tetap menjaga kerukunan dan keakraban sehingga dapat membuat Kelurahan Plamongansari menjadi lebih baik lagi.” harap Adi Yunarso. (mg15/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya