alexametrics

Kelurahan Plalangan Selesaikan Agrowisata yang Sempat Tertunda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wabah Covid-19 memang meembuat serangkaian kegiatan diundur. Rencana Kelurahan Plalangan Gunungpati membuat kampung agrowisata juga tertunda.

Lurah Plalangan Muhammad Arifin sempat kecewa. Agrowisata baru ini seharusnya sudah direalisasikan pada 2020. Tapi badai pandemi Covid-19bmembuyarkannya. “Sebetulnya pada tahun 2020 ada potensi baru yaitu proyek agrowisata di kampung Tegalasem, tapi karena terkendala oleh wabah Covid-19 jadi di tahun 2021 baru mulai ada pembangunan di sana.” Kata Arifin.

Agrowisata ini yang diharapkan bisa memberi dampak positif bagi para pengunjung maupun warga setempat. “Jadi pengunjung bisa berkunjung di sana terus bisa menikmati hasil dari agrowisata disana,” katanya.

Selain proyek agrowisata, menurutnya, ada pengembangan sektor ekonomi warga seperti UMKM. UMKM di Kelurahan Plalangan bukan sekadar bazar UMKM, melainkan ada beberapa kegiatan yang membuat para masyarakat menjadi sehat. “Setiap hari minggu di wilayah itu selalu ada bazar UMKM, kemudian di situ juga ada pemeriksaan kesehatan terus ada senam dan lain-lain,” ujarnya.

Baca juga:  50 Persen Ortu Siswa Sekolah Swasta di Semarang Belum Setuju PTM

Para pelaku UMKM ini sudah tergabung dalam Gerai Kopi Mi. Beraneka ragam jenisnya. “Meliputi batik, ada pembuatan sari rempah-rempah, ada bandeng presto, ada pembuatan kue atau roti dan lain-lain.”

Kelurahan Plalangan mempunyai berbagai macam produk yang bisa diunggulkan. Tidak hanya duriannya saja, buah anggur jadi potensi wilayah. “Tahun ini kita dapat anggaran sebagai kampung tematik anggur, jadi kemarin anggaran itu terserap dan sekarang sudah selesai.” Kata Arifin. Selakan yang ada di pinggir jalan Kampung Anggur juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan.

Arifin juga mengharapkan agar Plalangan menjadi lebih maju dan dikenal di luar sana. “Harapan kami dengan adanya kampung tematik anggur nanti bisa meningkatkan ekonomi warga yang di sana mungkin dari buahnya dan juga daya tarik wisata yang ada di sana,” tambahnya.

Baca juga:  Pemerintah Kecamatan Semarang Utara Buka Keran Komunikasi sampai Tingkat RW

Progam pemerintah masih dilakukan di Kelurahan Plalangan. Pemerintah Kelurahan Plalangan juga menggandeng berbagai tokoh masyarakat. “Kita bekerja sama dengan RT, RT, babinsa, bhabinkamtibmas serta FKK selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Sarana yang dilakukan Kelurahan Plalangan dalam mengedukasi terkait Covid-19 lewat berbagai macam cara. Salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sekarang. “Karena kita punya media sosial whatsapp dan lain-lain jadi kami memanfaatkannya dan kadang-kadang kalau ada rapat dengan tokoh masyarakat kami juga sampaikan agar selalu mengedukasi dan memberikan sosialisasi juga.” (cr2/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya