alexametrics

Kelurahan Mangkang Wetan Maksimalkan Kampung Olahan Bandeng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Peningkatan ekonomi warga yang luluh lantak karena pandemi Covid-19, kembali digenjot oleh Ahsan, lurah Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu. Caranya dengan memaksimalkan kampung tematik serta pelaku UMKM yang ada di dalamnya.

Ahsan menjelaskan, Mangkang Wetan punya Kampung Tematik Olahan Bandeng di RW 6 yang membawahi sekitar 20 pelaku UMKM. Mereka masih aktif dan terdaftar di Gerai Kopi Mi, binaan Dinas Koperasi dan UMKM.

“Di sana ada olahan bandeng, misalnya presto, otak-otak, kerupuk, burger bandeng dan lainnya. Nah tiap pemeran, para pelaku usaha ini selalu kami keluarkan,” katanya kemarin.

Meski olahan bandeng sudah umum, kata Ahsan, harga dan kualitas yang ditawarkan memiliki kelebihan yakni lebih murah dibandingkan tempat lainnya. Apalagi sebagian pelaku UMKM juga memiliki usaha budidaya bandeng.

Baca juga:  Posko di Kelurahan Bongsari Tetap Aktif Meski Covid-19 Mulai Turun

Mantan Seklur Mangkang Wetan ini juga mendorong pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi, misalnya membuat kopi dari bahan mangrove. Kopi ini baru saja dikenalkan kepada masyarakat umum, selain itu juga ada usaha rintisan warga Kerupuk Kepiting yang menjadi produk inkubasi Dinas Keperasi dan UMKM Provinsi Jateng.

“Kerupuk Kepiting ini jadi salah satu unggulan yang jadi produk inkubasi Pemprov. Bahkan jadi salah satu andalan produk UMKM di Semarang. Saat ini pemiliknya sedang menjajal pasar ekspor,” jelasnya.

Pelatihan juga rutin digelar oleh Ahsan dengan menggandeng dinas terkait. Belum lama ini dilakukan pelatihan membatik dengan bahan baku mangrove yang kebetulan melimpah di daerah ini. Pelatihan bukan hanya diperuntukkan kepada pelaku UMKM, Ahsan juga mengajak remaja putri yang ada di wilayah.

Baca juga:  Kelurahan Padangsari Siapkan Berbagai Inovasi Produk Tempe

“Harapannya tentu agar bisa menjadi pengrajin batik, kita datang pelatih yang ahli dalam bidangnya. Tidak muluk-muluk, membuat kain batik ya. Pelatihan kemarin membuat batik tulis untuk taplak meja,” bebernya.

Pengentasan banjir, kata dia, juga menjadi prioritas selain pemberdayaan masyarakat. Pihaknya gencar melakukan edukasi dengan pendekatan personal agar warga mau melepas tanahnya untuk keperluan normalisasi sungai Beringin.

“Kita lakukan pendekatan kepada warga, Alhamdulillah saat ini sudah tahap pemberkasan dan menuju ke pembayaran lahan dengan sistem ganti untung. Harapannya tentu agar wilayah kami bisa bebas banjir,” jelasnya. (den/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya