alexametrics

Kelurahan Gondoriyo Kembangkan Curug dan Sobo Alas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan serius kembangkan potensi pariwisata di Curug Gondoriyo dan Sobo Alas. Kawasan curug dihijaukan untuk menambah daya tarik wisatawan.

Lurah Gondoriyo Totok Indarto menjelaskan, Kelurahan Gondoriyo mempunyai banyak potensi. Potensi wisata alam, yakni Curug Gondoriyo dan Sobo Alam. Curug Gondoriyo saat ini masih dalam tahap pembenahan. Seperti membangun gapura, tangga menuju curug dan kolam renang.

Untuk sementara, Kawasan curug belum dibuka untuk wisata karena masih dalam program penghijauan. “Karena memasuki musim penghujan, kesempatan kami untuk reboisasi. Yang dulunya tanaman sengon nanti diganti tanaman yang banyak bunganya,” katanya.

Daya tarik kuliner juga ada di Gondoriyo. Nasi bledug dan wedang sinom menjadi ciri khas kudapan dari Curug Gondoriyo.

Baca juga:  Pemkot Semarang Bangun TPU Baru Seluas 8,2 Ha di Kampung Malon

Selain wisata air terjun, terdapat Sobo Alas di RW 2. Tempat wisata ini menggunakan tanah milik Perhutani yang diisi oleh kuliner, kongko, nongkrong, dan spot selfi murah meriah. Tempatnya strategis dan pinggir jalan dan rindang di bawah pohon jati. Daun ketul diolah menjadi makanan seperti pecel, rolade, dan puding sebagai ciri khas dari Sobo Alas. “Pohon ketul itu kan tanaman liar,” jelasnya.

Pemerintah Kelurahan Gondoriyo membentuk paguyuban UMKM sekelurahan. Lebih dari 300 UMKM yang mendaftar di paguyuban tersebut. Masa pandemi sangat terdampak pada sektor UMKM. Dengan adanya paguyuban tersebut, UMKM bisa berjalan melalui sistem cash on delivery (COD). Ditawarkan di grup, diantar sampai rumah. “Karena kalau offline menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Baca juga:  Dua Residivis Curi Motor, Beraksi Hanya Satu Menit

Saat ini, program tersebut diubah dengan iuran Rp 3000 per bulan untuk pelaku UMKM. Harapannya hasil dari iuran tersebut untuk membiayai bazar UMKM yang dilaksanakan.

Setiap dua atau tiga bulan sekali ada road show bazar menggunakan iuran Rp 3000 itu di tempat-tempat yang ramai, terutama di tempat pariwisata. Kelurahan bisa memfasilitasi untuk tempat bazar. Jadi, tidak hanya online tapi offline juga. “Yang sudah masuk program baru 250 UMKM,” ungkapnya.

Dengan program tersebut, ia berharap produk UMKM di Kelurahan Gondoriyo dapat bisa tampil dan memulihkan perekonomian masyarakat. Sehingga produk UMKM bisa ditampilkan. Selain itu, iuran tersebut digunakan untuk kegiatan sosial apabila anggota UMKM ada yang sakit atau terkena musibah.

Baca juga:  Tingkatkan Kompetensi Pengusaha Ekspor Impor

Penanganan covid-19 di Gondoriyo sudah baik, sehingga sudah tidak ada lagi penderita. Vaksinasi di Kelurahan Gondoriyo mengikuti Puskesmas Ngaliyan yang menaungi enam kelurahan.

Diakui, dari enam kelurahan, Kelurahan Gondoriyo menjadi tertinggi dalam percepatan vaksinasi. Bahkan, vaksinasi sudah tembus 78 persen untuk dosis kedua dan 82 persen dosis pertama. Patroli PPKM tetap berjalan, bahkan pihaknya terjun ke lapangan untuk menyosialisasikan prokes. “Kita juga sudah mendeklarasikan STBM,” jelasnya. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya