alexametrics

Kelurahan Karangturi Unggulkan Keramahan Keluarga dan Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Di wilayah Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur jarak antarrumah warga saling berdekatan. Jalanannya sempit. Lebarnya hanya satu meter. Hal itu menjadikan hubungan kekerabatan lebih intens dan memudahkan warga saling berkomunikasi.

Lahan sempit tersebut justru dianggap potensi bagi Kelurahan Karangturi. Karena itulah, pemerintah setempat dan warga bersepakat membentuk Kampung Tematik Ramah Keluarga dan Anak. Yang didukung dengan beragam program kegiatan, di antaranya posyandu lansia dan balita, senam lansia, serta sosialisasi tentang tumbuh kembang anak dan makanan bergizi. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan di Kampung Selamet RT/RW 01/03.

“Di Kampung Slamet ada lahan yang lumayan luas. Bisa digunakan untuk kegiatan yang menampung orang banyak,” kata Lurah Karangturi Sugiartini.

Baca juga:  Warga Banget Ayu Datangi Kantor Daop 4, Pastikan Perlintasan KA Alas Tua Tak Ditutup

Melalui kegiatan tersebut dapat menunjang meningkatkan kesehatan warga selama masa pandemi Covid-19. Warga bersama-sama mengikuti senam. Para lansia dan anak-anak juga menjalani pemeriksaan kesehatan di Posyandu dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Pada saat kasus Covid-19 meningkat tajam selama Juli 2020-Juni 2021, warga secara gotong royong menyelenggarakan Jumat Berkah, Sabtu Berbagi, dan Minggu Ceria. Warga menyediakan nasi boks setiap Jumat, berbagi bahan makanan pokok pada Sabtu, dan berbagi jajanan untuk anak-anak pada Minggu. Semua itu disediakan untuk warga terdampak Covid-19 dan siapa saja yang membutuhkan. Termasuk membagikan masker gratis kepada warga yang membutuhkan.

“Melalui kegiatan tersebut, semua warga saling peduli dan bekerjasama. Apabila ada yang terkena maupun terdampak Covid-19 bisa langsung mengambil,” ujarnya.

Baca juga:  Hendi-Ita Targetkan Kemenangan 90 Persen

Saat ini, Pemerintah Kelurahan Karangturi sedang menjalankan pemulihan ekonomi sesuai imbauan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan pemerintah pusat. Di antaranya, memberikan stimulus kepada UMKM melalui kucuran bantuan dari Pemkot Semarang. Memberikan kelonggaran waktu berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL). Namun tetap dengan prokes ketat menyesuaikan peraturan wali kota (Perwal) terkait waktu berjualan.

“Artinya apabila levelnya sedang naik, pedagang dan pemilik toko harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan, Lurah Karangturi mengajak warga melakukan kerja bakti bersama sekaligus edukasi kebersihan sungai.

Selain itu berencana mengelola sampah. Di antaranya, memanfaatkan sampah organik atau composting sampah, dan menjadikan sampah botol sebagai pot tanaman. “Program ini selain mengurangi tumpukan sampah juga memanfaatkan sampah menjadi produk yang bermanfaat melalui program reuse, reduce, recycle,” jelasnya. (cr1/ida)

Baca juga:  Talut Longsor Nyaris Timpa Ruang Kelas SDN Kalibanteng 02

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya