alexametrics

Warga Kelurahan Kebonagung Gotong Royong Hadapi Banjir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banjir menjadi event musiman bagi Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur. Untuk itu, pihak kelurahan bersama warga bersinergi mengantisipasi terjadinya banjir tersebut. Yakni dengan melakukan kerja bakti setiap Jumat.

Selama pandemi covid-19, pihak Kelurahan Kebonagung membuat inovasi Kampung Siaga Candi Hebat. Sinergi masyarakat dari bermacam budaya di kelurahan ini, membuat Kebonagung berhasil berada pada status nol kasus covid-19. Selama pandemi pula, pihaknya rutin melakukan sosialiasi dan penyemprotan desinfektan.

“Kami terus mengedukasi masyarakat terkait penanganan covid-19. Selain itu juga kami mengedukasi tentang cara menghadapi banjir,” ungkap Lurah Kebonagung Subiyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tak hanya itu, saat menghadapi musibah banjir juga terlihat warga Kebonagung bergotong royong saling membantu. Hal itu yang menjadi dasar bagi kelurahan tersebut sehingga menjadi kelurahan yang sigap dalam menangani covid-19. Sinaergi kuat juga diperlihatkan oleh masing-masing RW di Kelurahan Kebonagung untuk saling menjaga sesama warganya. “Ditambah, saat ini vaksinasi di wilayah kelurahan kami sudah mencapai 70 persenan,” ujarnya.

Baca juga:  Tim Relawan Jadi Tulang Punggung Kelurahan Candi

Selain itu, pemulihan ekonomi di Kelurahan Kebonagung juga di-sengkuyung bareng. Artinya, tidak hanya pihak kelurahan saja yang membantu. Tetapi masing-masing warga memiliki inisiatif untuk membantu warga lainnya. Alhasil, warga di Kebonagung tidak khawatir dengan kondisi yang dihadapinya.

“Nah, di kelurahan ini sebenarnya ada yang namanya Kampung Eduwisata Lunpia. Itu yang menjadi khas dan keunggulan kami. Karena, lunpia di kampung ini menjadi tempat pertama pembuatan lunpia Semarang,” terangnya dengan ramah.

Tak hanya itu, terkait adanya Taman MT Haryono di wilayah Kebonagung juga disambut baik oleh warganya. Hal itu dirasa menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kota terkait ruang terbuka hijau.

“Harusnya kan tidak memungkinkan di sini ada taman. Tapi ide dari pemkot ini benar-benar membuat warga saya senang. Nantinya juga tidak hanya berfungsi sebagai taman saja. Warga kami akan ikut merawatnya juga,” tuturnya.

Baca juga:  PTM di Semarang 100 Persen Tanpa Shifting

Dengan warga yang berasal dari berbagai macam etnis, Subiyanto berharap agar sikap gotong royong dan nyengkuyung bareng itu selalu ada dan bertambah kuat. Sehingga, Kelurahan Kebonagung menjadi kampung yang beragam dan berbeda dari kelurahan lainnya. “Kerukunan juga gotong royong itu yang menjadi pondasi dasar kami bisa menghadapi kondisi buruk yang menimpa wilayah ini,” tandasnya. (dev/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya