alexametrics

Jaga Gilo-Gilo Tetap Eksis di Kelurahan Gabahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah dikenal sebagai Kampung Gilo-gilo. Biasanya penjual aneka makanan ini menjajakan menggunakan gerobak. Varian makanan olahan yang dijual dibuat oleh warga setempat.

Warga Gabahan membangun kemandirian ekonomi dengan bekerjasama menjual produk olahan makanan. Menjaga stabilitas ekonomi di era covid-19, warga Kelurahan Gabahan tetap mempertahankan budaya gotong royong. Yaitu dengan cara menjual makanan olahan. Sebagian warga menjadi penjual, dan sebagian lainnya memproduksi makanan olahan di rumah.

Lurah Gabahan Yerci Yuliyarci menginginkan agar kampung ‘Bagilo’ yang sudah ada sejak 1980an bisa eksis kembali dan menjadi penguat perekonomian warga Gabahan. Bagilo merupakan akronim dari bakul gilo-gilo atau penjual aneka jajanan dan buah potong.

Baca juga:  Program Jogo Tonggo di Kelurahan Sarirejo Digelar secara Bergiliran

Selama ini Bagilo sudah berjalan dengan baik dan menjadi mata pencaharian warga Gabahan. Awal mulanya Bagilo muncul karena saat menawarkan, ‘iki lo-iki lo’ dan agar memudahkan akhirnya menjadi ‘gilo-gilo’. Ada sekitar 20 warga di Kelurahan Gabahan mempunyai usaha gilo-gilo.

Di kampung tersebut, mereka menjajakan dagangannya secara keliling. Selain itu, terdapat juga warga yang tidak keliling namun hanya menyetorkan dagangannya. Mereka berjualan buah-buahan yang sudah dikupas, aneka ragam sate dan makanan ringan. “Kami tetap memotivasi supaya masih bertahan sampai sekarang,” tuturnya.

Kasi Kesejahteraan Sosial Sosial Kelurahan Gabahan Suryono menyampaikan, pihak kelurahan menginginkan untuk menyamakan gerobak pedagang gilo-gilo. Harapannya menjadi ikon khusus warga Gabahan. “Awal tahun kemarin kita sempet berpikir mau menyeragamkan gerobak-gerobak itu,” jelasnya.

Baca juga:  Kecamatan Tembalang Gunakan Balai RW untuk Lokasi Vaksinasi

Selain itu, kelurahan memberikan bantuan sarana prasarana berupa perbaikan lingkungan, membuat gapura, gerobak, serta pelatihan pengolahan makanan sebagai dukungan agar Kampung Tematik Bagilo tetap eksis di masyarakat.

Jajanan yang ditawarkan Bagilo beraneka ragam, seperti tahu bacem, bakpia, lemper, dan pangsit. Bahkan Gabahan kini menjadi sentral produksi pangsit yang bisa melahirkan UMKM baru.

“Ada perkembangan dari sisi ekonomi, dari penggrajinnya, produsennya, akhirnya beraneka ragam sampai melebar ke wilayah lain. Kalau di sini itu jadi sentral pangsit goreng di RW 02. Sampai akhirnya muncul UMKM baru,” ungkap Suryono.

Selain dari Bagilo, Kelurahan Gabahan juga membuat program produksi sabun cuci tangan, dan masker. Anggarannya berasal dari Pemerintah Kota. “Untuk menunjang pemulihan ekonomi, ada program membuat sabun cuci tangan, masker,” tambahnya.

Baca juga:  Kelurahan Srondol Kulon Siap Kembangkan Kampung Iwak

Sementara itu, vaksinasi di Gabahan sudah mencapai 70 persen, dan 30 persen sisanya adalah warga yang bukan domisili di Gabahan. Penanganan covid-19 sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Kota Semarang, yaitu memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menaati prokes, penyampaian bantuan dari pemerintah berupa sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST), serta lumbung kelurahan.

Lumbung kelurahan merupakan hasil dari gotong royong masyarakat dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi selama masa pandemi covid-19. Pihak kelurahan melakukan koordinasi dengan RT dan RW dalam penyaluran bantuan. (cr1/fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya