alexametrics

Giatkan Kampung Tematik dan River Tubing di Kelurahan Kalipancur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian warga yang sempat lesu akibat adanya covid-19.

Saat ini kelurahan berusaha mendorong warga untuk para pelaku UMKM untuk memaksimalkan usahanya. Selain itu kelurahan juga terus beri dorongan kampung tematik snack, dan kampung river tubing yang dikelola oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB).

“Potensi kampung tematik river tubing yang terletak di RW 2 Mayangsari dibentuk salah satunya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat selain juga sebagai objek wisata,” kata Lurah Kalipancur Priyatna kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Warga RW 2 Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan membuka wahana wisata River Tubing.  Memanfaatkan aliran Sungai Kreo yang melintasi daerah tersebut, pengunjung akan menikmati wisata air di mulai dari lembah Kalipancur hingga berakhir di kampung tematik Mayangsari RW 2. Pengunjung juga bisa menikmati wedhang rempah dan nasi lepan khas kampung setempat.

Baca juga:  Kelurahan Bambankerep Siapkan Wisata Religi di Kampung Tematik

Dalam pengelolaan, warga dibagi dalam tiga kelompok untuk mengorganisasi tugas masing-masing. Tiga kelompok tersebut antara lain Pokdarwis,  KSM (Koperasi Swadaya Mayarakat) dan KSB (Kelompok Sadar Bencana).

Pokdarwis akan bertugas melakukan promosi dan pengelolaan pariwisata, KSM akan bertugas mengurus kas dan pembiayaan perawatan wahan dan terakhir KSB akan berperan sebagai pemandu (guide) wisata air tersebut.

“Ini juga sebagai salah satu pemberdayaan masyarakat yang bisa dilakukan dengan menggali potensi wisatanya. Mengingat fokus pembangunan Kota Semarang bergeser dari sektor industri ke sektor pariwisata,” ungkapnya.

Dengan itu kelurahan terus beri dorongan dan akan menggali kekayaan dan kearifan budaya lokal yang dimiliki warganya. Tantangan ini diupayakan oleh lurah melalui konsep pembangunan dari bawah ke atas (bottom up) bergerak bersama yang dicanangkan Pemkot Semarang.

Baca juga:  Wallace dan Falavio Segera Merapat

Dengan menyesuaikan potensi, kekayaan serta kearifan lokal yang dimiliki warga, maka potensi yang digarap akan berkembang maksimal. Meskipun saat ini tiket masuk gratis, namun masyarakat masih bisa berjualan dan menarik parkir untuk menambah penghasilan mereka.

Sementara dalam menangani kasus covid-19, kelurahan terus menjalani program yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Selalu mengadakan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan (prokes), patroli PPKM baik mikro maupun PPKM yang lain. Patroli dulunya dilakukan setiap hari namun sekarang ini sedikit dikurangi karena volumenya sudah menurun. “Tapi tetap dilaksanakan agar kasus covid-19 benar-benar menghilang,” tuturnya.

Capaian vaksin di kelurahan Kalipancur sendiri saat ini sudah di atas 80 persen. Meski begitu kelurahan terus bekerjasama dengan puskesmasuntuk terus mengejar 20 persen warga yang belum divaksin. (bam/ton)

Baca juga:  Ajak Penyintas Covid Proaktif Donorkan Plasma Konvalesen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya