alexametrics

Kelurahan Jangli Ganti Kampung Tematik yang Lebih Pas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang mempunyai sebuah kampung tematik yang menghasilkan buah markisa. Kendati demikian, pengembangan perekonomian di Kelurahan Jangli kurang maksimal. Penyebabnya bukan hanya karena covid tapi juga terkendala oleh tumbuhan itu.

Lurah Jangli Maria Teresia Takndare menjelaskan ia mengusulkan untuk mengganti kampung tematiknya menjadi Kampung Lidah Buaya. “Saya sudah punya niat untuk mengganti karena di sini banyak mengkonsumsi lidah buaya dan bisa juga ditanam pas panas maupun hujan” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (29/11/2021)

Kendati demikian, sampai saat ini masyarakat Kelurahan Jangli masih menghasilkan buah markisa walaupun hanya di beberapa wilayah. Ular merupakan hewan melata yang senang hidup di pepohonan tanpa terkecuali pohon markisa. Salah satu faktor masyarakat enggan menanam markisa, selain cuaca adalah ular. “Berjalannya waktu, masyarakat mengeluhkan kepada saya itu mereka menemukan ular hijau,” tambahnya.

Baca juga:  Kelurahan Karangturi Unggulkan Keramahan Keluarga dan Anak

Ia menambahkan, selama pandemi covid-19 ini telah muncul berbagai macam UMKM di Kelurahan Jangli. Banyak UMKM yang produktif dan saling berkolaborasi dengan berbagai macam instansi. Kurang lebih sekitar 150 UMKM, dengan berbagai macam produk. “UMKM di sini selalu berkolaborasi dengan lembaga pemerintah atau instansi setempat” kata Maria.

Pihaknya berupaya membantu perekonomian masyarakat dan UMKM dengan berbagai macam bantuan yang ada. “Pemerintah lebih banyak tertuju kepada pemulihan ekonomi berupa bantuan segar dengan cara memberi bantuan dana sebesar Rp1.200.000, ada juga bantuan BST.” Tandasnya.

Kelurahan Jangli mempunyai generasi muda yang memberikan ide dan aspirasi mereka agar wilayah mereka lebih maju. Seperti mengelola UMKM dan membuka bazar setiap minggunya. Dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang. “Setelah covid berkurang sudah ada ide yang akan kami kembangkan lagi,” tuturnya.

Baca juga:  Pantau Warga Kelurahan Palebon yang Isoman lewat Grup WA

Penanganan covid-19 di wilayah Kelurahan Jangli termasuk yang baik. Pihaknya mempunyai sistem yang menjemput bola. “Jadi bukan masyarakat yang ke puskesmas tapi kita pihak instansi yang mencari data masyarakat yang belum divaksin,” tambahnya. (fgr/cr2/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya