alexametrics

Kampung Sayuran Berhasil, Kelurahan Cangkiran Siapkan Kampung Kewirausahaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kampung Tematik Sayuran di RW 1 Kelurahan Cangkiran, Kecamatan Mijen terus berkembang, Pemerintah Kelurahan Cangkiran mengusulkan kampung tematik tambahan. Yakni Kampung Tematik Kewirausahaan di RW 8.

Lurah Cangkiran, Edy Siswoyo, 56, menjelaskan Cangkiran terdiri dari 8 RW dan 40 RT. Potensi wilayah Kelurahan Cangkiran sangatlah banyak. Di RW 1, ada Kampung Tematik Sayur. Karena banyak masyarakat yang menanam sayuran. Seperti bayam, kacang panjang, sawi, dan sayur lainnya. Bahkan, terdapat jeruk nipis dan kolam lele. “Saya pesan kepada pak RW dan RT untuk dirawat, karena terdapat fasilitas gazebo di sana,” katanya.

Lalu di RW 3 terdapat potensi kolam ikan. Kolam tersebut berada di tanah milik mantan Sekda Kota Semarang Saman Kadarisman yang disumbangkan ke warga. Warga lantas membangun delapan kolam untuk memelihara ikan nila dan lele. Dananya dari swadaya warga dan dibantu oleh Dinas Perikanan.

Baca juga:  SPAM Semarang Barat 50 Persen, Pudakpayung Persiapan Lelang

Selain itu, di RW 4 banyak petani dan lahan pertanian. Sehingga banyak yang menjadi petani dan buruh tani. Pihaknya berencana untuk mengusulkan kampung tematik baru, yakni Kampung Tematik Kewirausahaan di RW 8 sebagai upaya pemulihan ekonomi. Karena di sana ada bermacam-macam usaha, seperti penjahit tas, polibag, ceriping, body bag.

Pembangunan Kampung Tematik Kewirausahaan baru selesai dan belum diresmikan. Rencananya akan diluncurkan pada 2022. Berbagai lomba dan bazar UMKM akan digelar saat peluncuran. “Semua akan kita sinergikan dari PKK, FKK, dan karang taruna,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat bisa memelihara fasilitas yang ada. “Karena imbasnya sangat positif, sehingga ada pelatihan-pelatihan. Bisa menambah ilmu,” jelasnya.

Baca juga:  Angkat Seni Budaya dan Mainan Tradisional di Kelurahan Gisikdrono

Terdapat destinasi wisata JJ Park and Play. Terdiri dari tempat bermain anak yang mengedukasi dan tempat orang tua karena ada kafe dan resto. Di sebelah kanan ada Joglo Kumpul-kumpul dengan menu masakan jawa. “Bisa untuk tempat wisata ketika liburan,” katanya.

Dalam penanganan covid-19 di Cangkiran, pihaknya selalu bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Seperti memenuhi kebutuhan warga ketika melakukan isolasi mandiri. Selama tiga bulan terakhir ini tidak ada kasus covid-19 di Cangkiran.

Selain itu, pihaknya selalu menyalurkan bantuan dari pemkot maupun CSR sesuai data yang diterima. Saat ini, pihaknya selalu mengimbau untuk selalu mematuhi prokes setiap kegiatan pertemuan di wilayah RT, RW. Bahkan, kantor kelurahan sudah menerapkan peduli lindungi. “Jadi semua saling membantu,” jelasnya. (fgr/ton)

Baca juga:  Enam Desainer Adu Kreasi di Kota Lama

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya