alexametrics

Buketi Dekatkan Pemerintah Kelurahan Purwodinatan dengan Masyarakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meski pandemi covid-19 di Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah semakin mereda, namun sosialisasi protokol kesehatan (prokes) tetap digencarkan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kasus baru. Selain itu, pihak kelurahan juga bersinergi bersama masyarakat dalam pemulihan ekonomi.

Saat ini, pihak Kelurahan Purwodinatan sedang gencar-gencarnya memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait prokes dan kebersihan lingkungan. Meski kasus makin surut, semangat menerapkan prokes juga tak boleh surut. Untuk itu, pihak kelurahan bersama CSR turun tangan mensosialisasikan prokes kepada masyarakat. Bahkan, mereka juga menengok sekolah-sekolah di kawasan Purwodinatan untuk meninjau prokes yang diterapkan.

Alhamdulillah, di Kelurahan Purwodinatan sudah nol kasus covid-19. Kami juga melakukan sosialisasi ke gang sempit, serta kepada pedagang toko dan PKL. Mereka juga kami perhatikan,” kata Lurah Purwodinatan Sri Hartini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia ceritakan, selama pandemi covid-19 ini warga Kelurahan Purwodinatan terus melakukan inovasi produk UMKM. Seperti di Kampung Bustaman RW 3 Purwodinatan, masyarakat berhasil membuat kerupuk dari tulang sapi dan kambing. Selain gulai kambing, produk berupa kerupuk tersebut kini menjadi unggulan. “Kalau potensi ungggulan kami ya sekarang kerupuk tulang. Itu inovasi baru yang dikeluarkan warga kami,” terangnya.

Baca juga:  Truk Kontainer Berhenti di Tengah Jalan, Ternyata Sopir Meninggal saat Mengemudi

Selain itu, setiap Jumat pihak kelurahan juga melakukan roadshow ke masing-masing RW. Mereka ingin lebih dekat dengan masyarakat sehingga terdapat rasa saling memiliki satu sama lain. Adapun sosialisasi yang diberikan juga tak melulu soal prokes. Ada juga sosialisasi masalah kesehatan. Seperti Demam Berdarah (DB) dan masalah Leptospirosis. “Di sini itu rumah warga berada di gang-gang sempit. Jadi memang harus ada penanganan khusus terkait kesehatan itu,” jelasnya.

Untuk itu, Kelurahan Purwodinatan membuat program Buketi. Yakni budaya keterbukaan informasi. Lebih lanjut dia jelaskan, Buketi itu menjadi program keterbukaan informasi dari masyarakat ke pihak kelurahan dan sebaliknya. “Dari situ, kami tahu kemauan warga. Ternyata ada warga yang ingin Purwodinatan itu bebas PKL permanen. Dan ada juga yang ingin kelurahan ini bebas banjir,” tuturnya. (dev/ton)

Baca juga:  Ibu-Ibu PKK Harus Kreatif Olah Pangan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya