alexametrics

Kelurahan Sadeng Gelar Bazar untuk Pasarkan Produk UMKM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bangkitkan ekonomi dengan merencanakan spot-spot pusat oleh-oleh. Bazar akan digelar rutin tiap Ramadan. Tentu harapannya bisa menambah pendapatan masyarakat.

Lurah Sadeng Nugrahaning Diyah Respati menjelaskan, kelurahan Sadeng memiliki 9 RW dan 53 RT. Di Sadeng terdapat Kampung Tematik Pusat Oleh-oleh. UMKM di Kelurahan Sadeng dikoordinasi melalui Gerai Kopi Mi. Seperti bandeng presto, olahan singkong, bahkan kerupuk khas Sadeng. “Potensi wilayah masih diupayakan,” katanya.

Ia belum sebulan menjabat lurah di Kelurahan Sadeng. Nugrahaning fokus pada kebersihan. Ini berawal dari melihat wilayah Sadeng masih kotor. Sehingga, pihaknya punya program kerja bakti membersihkan lingkungan dan memberikan petunjuk tulisan Kelurahan Sadeng. “Karena tidak ada petunjuk atau tanda Kelurahan Sadeng,” katanya.

Sadeng juga termasuk daerah rawan bencana longsor. Sehingga ia tak henti-hentinya meminta warga untuk selalu waspada. Apalagi ketika musim penghujan sudah datang.

Terkait bidang ekonomi, Nugrahaning ingin mengangkat kerupuk khas Sadeng. Tentu dikenalkan pada masyarakat luas bersama produk-produk UMKM lainnya. Setiap Ramadan direncanakan digelar bazar yang akan menjual berbagai macam produk warga Sadeng.

Selain itu, pihaknya akan berusaha menggandeng CSR agar membantu masyarakat yang membutuhkan dan bisa membangkitkan ekonomi melalui pelatihan-pelatihan. “Karena kalau ada sponsornya, bisa semangat warganya,” jelasnya.

Ia juga berencana mendirikan spot-spot untuk pelaku UMKM di tanah yang masih kosong. Karena Kelurahan Sadeng sering dilewati oleh wisatawan ke Goa Kreo, dan waduk Jatibarang. “Nanti pusat oleh-olehnya bisa mampir di sini diisi oleh pelaku UMKM dari sini,” jelasnya.

Sementara untuk penangan covid-19, pihak kelurahan Sadeng selalu berkoordinasi dengan babinsa dan bhabinkamtibmas. Program Jogo Tonggo yang sudah berjalan sangat membantu. Karena warga bisa saling peduli dan membantu warga lainnya yang menjalani isolasi mandiri. Vaksinasi juga terus ditingkatkan bersama petugas dari Puskesmas Gunungpati.

Ketika di salah satu wilayah Kelurahan Sadeng masih banyak yang belum melakukan vaksinasi, FKK berkoordinasi dengan puskesmas untuk terjun ke lokasi. Sehingga di Kelurahan Sadeng sudah lebih dari 70 persen warga mendapatkan vaksin. “Jadi vaksin dilakukan di wilayah yang terbanyak yang belum melakukan vaksinasi,” jelasnya. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya