alexametrics

Posko Kampung Siaga Kelurahan Polaman Terkenal di Media Sosial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Posko Kampung Siaga Candi Hebat Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen menarik perhatian warga di luar Jawa Tengah. Bahkan ada tamu dari Sulawesi Selatan yang tertarik berkunjung serta melakukan studi banding.

Lurah Polaman Eko Sulistiyono menjelaskan, penanganan covid-19 di Polaman melalui pendekatan-pendekatan kepada warga. Bekerja sama dengan babinsa, bhabinkamtibmas, ketua RT, dan ketua RW agar mengedukasi masyarakatnya untuk selalu taat prokes dan mengikuti vaksinasi. Semua dikordinasikan pada posko Kampung Siaga Candi Hebat.

Kapolda Jateng sempat mendatangi posko Kampung Siaga Candi Hebat di Polaman. Bahkan, ada tamu dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan sempat berkunjung di Kelurahan Polaman karena melihat Kampung Siaga Candi Hebat melalui media sosial. Di posko tersebut, mereka dilayani dengan baik. Bahkan, disiapkan sayur-sayuran yang memanfaatkan potensi wilayah. “Sehingga tidak usah beli,” jelas Eko.

Pemulihan ekonomi di Kelurahan Polaman dilakukan dengan cara pemberdayaan UMKM. Seperti di RW 1 terdapat kerajinan sandal dari ban bekas, kripik tempe, kripik kacang ijo, dan budidaya kolam lele. Eko selalu mendorong, membina UMKM dan memasarkan lewat media sosial melalui Gerai Kopi Mi. “Di Polaman ada kelompok beternak lele Asa Mina Tani dan Banyu Panguripan,” jelasnya.

Selain itu, pihak kelurahan Polaman menggalakkan Kelompok Tani Wanita (KWT) yang menanam sayuran di masing-masing RW. Sayuran dari hasil pengelolaan KWT dapat membantu penanganan covid-19 dan untuk dijual demi menambah pemasukan keluarga.

Eko yang baru menjabat sebagai lurah pada 26 Oktober 2021mempermudah pengurusan pembuatan akta kematian bagi warga yang meninggal. Ia langsung membuatkan surat kematian, kemudian ia mendata dan minta kelengkapannya untuk didaftarkan di Dispendukcapil.

Saat akta kematian jadi, ia antar ke rumah keluarga warga yang meninggal dunia. Diakui, ia tidak ingin menjadi lurah yang hanya sebatas melakukan wacana saja. Namun, harus memiliki gebrakan yang nyata untuk melayani masyarakat Polaman. “Jadi jemput bola, antar bola untuk pelayanan,” ungkapnya. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya