alexametrics

Kelurahan Wonodri Bentuk Rewo untuk Tangani Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suksesnya penanganan covid-19 di Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan tidak lepas dari peran seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah selalu menggandeng dan bersinergi dalam penanganan pandemi. Untuk memperkuat dalam penanganan covid-19 mereka membentuk Remaja Wonodri  atau disingkat Rewo.

“Saat terjadi peningkatan Juni-Juli 2021, Rewo bersama Kelurahan dan RT RW terjun langsung berusaha menangani korona,” kata Lurah Wonodri Agus Santosa.

Untuk membantu keberlangsungan hidup warga, pihak kelurahan juga menyalurkan bantuan dari pemerintah, CSR dari para pengusaha berbentuk bahan makanan pokok. Pihaknya selalu melaksanakan sosialisasi prokes, koordinasi, dan sinergi sama-sama membantu masyarakat hadapi pandemi.

“Pemerintah selalu bergerak bersama petugas kesehatan untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan di luar covid seperti DBD dan yang lain. Pihak kelurahan selalu melaksanakan cek jentik nyamuk dan leptospirosis. Ini juga rawan jadi harus tetap diperhatikan,” ungkapnya.

Baca juga:  Kelurahan Penggaron Kidul Kerahkan Karang Taruna dalam Program TPS3R

Sementara pencapaian angka vaksinasi di Wonodri sudah mencapai 70 persen karena antusias masyarakat cukup tinggi. Kecuali mereka yang masih di bawah umur, habis sakit, lansia lumpuh, dan difabel. Namun saat ini sedang diprogramkan jemput bola bagi difabel dan lansia lumpuh.

Selain itu, masa pandemi yang memberikan efek kepada masyarakat mulai diperbaiki. “Kita sudah coba untuk membuat bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan berbagai pelatihan,” tuturnya.

Untuk mendukung perekonomian warga, pihak kelurahan mengimbau kepada posyandu dan instansi-instansi lain untuk beli di UMKM lokal. Mengingat produk UMKM lokal juga tidak kalah dengan yang sudah punya nama di luar sana. Kelurahan juga sudah memprogramkan pelatihan labeling dan pemasaran agar produk mereka menjadi menarik.

Baca juga:  Wujudkan Kelurahan Pancuranmas sebagai Sport Center

Inovasi warga terkait kripik bonggol pisang, kripik sirih, dan roti sirih terus dikembangkan. Tak hanya itu Wonodri juga akan mengembangkan kampung tematik jamu gendong. “Untuk menambah daya tarik saya harapkan ada modivikasi diberi varian rasa buah misalnya,” ujarnya. (bam/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya