alexametrics

Kelurahan Mugassari Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Perekonomian Warga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan terus menggencarkan berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Mengingat warga sangat berdampak dengan adanya pandemi covid-19 selama kurang lebih dua tahun ini.

“Beberapa waktu lalu warga juga sudah melakukan pelatihan pembuatan abon lele, workshop daur ulang sampah, membuat hantaran pengantin, olahan manisan buah lokal, dan penyuluhan pemanfaatan sampah rumah tangga,” kata Lurah Mugassari Yumi Astutik.

Berbagai macam pelatihan itu dilakukan untuk memberikan semangat kembali kepada warga. Menurut Yumi, warga sangat antusias dengan adanya pelatihan tersebut, dibuktikan dengan warga yang terus mempraktikkannya di rumah masing-masing. Selain itu, untuk mendongkrak UMKM sekitar, jika ada kegiatan rapat dan yang lainnya, kelurahan mengimbau kepada instansi-instansi, posyandu, dan sekolah agar memesan di UMKM wilayah setempat.

Baca juga:  1.120 Praja IPDN Angkatan XXXII Dikukuhkan

Dalam menangani covid-19, seluruh lapisan terus digandeng dan terus dilaksanakan koordinasi secara intensif. Kelurahan menyiapkan rumah isolasi yang didesain seperti rumah sakit. “Upaya penyemprotan disinfektan terus digalakkan, sosialisasi protokol kesehatan (prokes) dan melakukan patroli di tempat-tempat kuliner selalu dilaksanakan,” akunya.

Kelurahan juga menggandeng semua lini, kader kesehatan dan PKK untuk terus melakukan sosialisasi dari bawah. Bagi yang terkena covid-19, akan diberikan bantuan kebutuhan pokok yang diambilkan dari lumbung pangan jogo tonggo.

Untuk mengantisipasi kabar datangnya covid-19 gelombang tiga, sudah dilakukan Langkah antisipasi termasuk satgas, piranti prokes, rumah isolasi, dan lainnya. Kerja bakti untuk membersihkan sarang nyamuk dan mencegah leptospirosis terus digencarkan. Setiap Jumat, kelurahan rutin melakukan pemeriksaan jentik dan pemasangan perangkap tikus.

Baca juga:  Ekonomi Warga Kelurahan Tlogomulyo Meningkat dari Jualan Ban Bekas

Sementara vaksinasi sudah mencapai 70% dan sampai sekarang terus digencarkan. Pemerintah kelurahan meminta RT RW untuk mendata warganya yang belum divaksin dan nama-namanya diserahkan ke kelurahan. “Saya tidak mau kalau hanya mengaku-ngaku. Saya butuh data real ,jadi nanti yang belum vaksin (akan) terlihat,” tuturnya. (bam/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya