alexametrics

Penegakan Prokes di Wilayah Kelurahan Pleburan Tetap Jalan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meskipun ekonomi masyarakat di Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang saat ini sudah berangsur membaik, pihak lurah terus lakukan sosialisasi untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain itu kelurahan juga terus memantau dan memberikan imbauan kepada para pelaku usaha untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Baiknya perekonomian masyarakat pascapandemi tidak lepas dari peraturan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang sudah mulai melonggar. “Masyarakat sudah diberi kelonggaran terkait jam buka warung makan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah menunjukkan level satu. Sehingga warga saat ini juga sudah bersemangat kembali,” kata Lurah Pleburan Fatori kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meningkatnya perekonomian warga tidak membuat pemerintah kelurahan lengah. Mereka terus memantau protokol kesehatan kepada para pelaku usaha. Kelurahan memantau bagaimana jumlah pengunjung dan juga penerapan protokol kesehatannya.

Baca juga:  Lurah Terboyo Kulon Dapat Hikmah dari Pandemi Covid-19

Sementara dalam penanganan covid-19 kelurahan Pleburan selalu menggalakkan Jogo Tonggo di masing-masing RT. Selain itu pihaknaya juga membuat lumbung pangan yang hasilnya untuk diberikan ke warga yang membutuhkan. “Rumah isolasi juga sudah dijalankan dengan baik. CSR dan kegiatan sosialisasi terus dilakukan agar penerapan prokes dan juga pemahaman warga terkait covid-19 meningkat,” ungkapnya.

Sementara vaksinasi di Kelurahan Pleburan saat ini sudah mencapai 70%. Hal ini disebabkan karena sebagian warga yang tinggal ber-KTP luar kota. Sebenarnya kelurahan juga sudah memberlakukan vaksinasi door to door untuk lansia dan penyandang disabilitas. “Di sini mayoritas pekerja dan mahasiswa jadi KTP-nya luar Kota, jadi agak susah,” tuturnya.

Baca juga:  Kelurahan Jatibarang Kembangkan Wisata Edukasi di Kampung Tematik

Selain itu, pihak kelurahan juga tidak lengah dengan musim pancaroba yang terjadi saat ini. Pihaknya terus mengawasi masyarakat terkait pencegahan penyebaran DBD dan penyakit yang lain dengan menggandeng puskesmas. “Kita masih ada sosialisasi jentik, stunting, dan pengecekan jentik di rumah-rumah warga untuk menjaga kondisi warga. Jadi selama pandemi kegiatan penanganan kesehatan lain masih berjalan,” jelasnya. (bam/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya