alexametrics

Pemerintah Kelurahan Tambangan Hidupkan Kembali Festival Budaya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kecamatan Mijen siapkan festival budaya demi pemulihan ekonomi. Digelar dengan kirab ratusan tumpeng dan wayangan.

Lurah Tambangan Marsudiyana menjelaskan, potensi wilayah yang terdapat di Tambangan adalah hampir 80 persen penduduknya terdiri dari petani dan buruh tani, sebagian pelaku UMKM, dan pensiunan.

Dengan luas wilayah 250 hektare, hampir 2/3 merupakan daerah persawahan pengairan. “Jadi belakang ini sudah sawah. Yang didominasi dari RW 1 sampai RW 3 adalah pertanian,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Di kelurahan Tambangan, kesenian kuda lumping jadi unggulan. Kelompok kuda lumping di wilayah ini sering diminta tampil untuk acara-acara di Kota Semarang. Bahkan, jika ada pertunjukan kuda lumping penontonnya selalu berjubel. “Kita selalu sebagai panitia tetap di kecamatan kalau ada festival kebudayaan,” katanya.

Baca juga:  Kelurahan Kuningan Kembangkan Kuliner Jajanan Pasar

Kelompok kuda lumping di Tambangan rencananya juga akan digandeng pihak kecamatan Mijen yang akan menggelar festival budaya. “InsyaAllah diadakan di tahun 2022,” katanya.

Festival budaya tingkat kecamatan biasanya digelar dengan pertunjukan wayang kulit pada Sabtu malam. Sebelumnya, digelar festival kuda lumping. Seniman kuda lumping di Tambangan sering tampil di berbagai acara. “Kita mencari bakat anak muda yang terpendam. Setiap tahun ada,” katanya.

Marsudiyana sering mengajak warganya untuk menguri-uri budaya. Bahkan diadakan kirab budaya dengan menyerahkan tokoh wayang. Festival sawah juga digelar setiap tahun. Namun selama dua tahun ini terhenti gara-gara pandemi.

Rencananya, festival sawah dan budaya akan digelar kembali. Arak-arakan gunungan mampu menarik perhatian masyarakat. “Sehingga banyak penjual yang laris ketika ada festival budaya di sekitar sawah,” katanya.

Baca juga:  Kecamatan Banyumanik Jaga Tradisi Leluhur Tetap Eksis

Ia bersyukur, banyak stakeholder di Tambangan yang bersinergi dalam penanganan covid-19. “Mereka ikhlas tanpa bayaran,” katanya. Ia berharap, jika sudah pensiun, lurah baru bisa meneruskan pemulihan ekonomi. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya