alexametrics

Pemerintah Kelurahan Sekayu Siapkan Museum Sastra di Rumah NH Dini

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah merencanakan paket wisata di tengah kota. Sebuah museum sastra juga akan dibangun.

Lurah Sekayu Dwi Ratna Nugraini menjelaskan, pertama kali yang dilakukan sebagai lurah adalah beradaptasi dengan lingkungan, seperti pemetaan wilayah untuk mengenal potensi. Selain itu, dirinya bersilaturahmi dengan stakeholder dan tokoh-tokoh masyarakat yang berada di Kelurahan Sekayu.

Pihaknya menekankan untuk pembersihan wilayah dengan melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing. “Kemarin dari inspeksi dan sepanjang jalan protokol itu sudah bersih. Jangan sampai kotor. Karena wajah tengah Semarang kan disitu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Potensi wilayah Sekayu saat ini adalah Kampung Tematik Masjid Sekayu 1413. Bahkan, pihaknya mengadakan sarasehan di rumah masa kecilnya novelis almarhumah NH Dini dengan mengundang akademisi dari Unnes, pemerhati sejarah Ahmad Rifai. Sarasehan tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, seperti camat Semarang Tengah, ketua RT, ketua RW. “Jadi masjid Sekayu itu dekat dengan rumah masa kecil NH Dini. Rumahnya masih asli dan kuno,” jelasnya.

Baca juga:  Selebgram TE Ditangkap di Hotel Semarang, Diduga Terlibat Prostitusi Artis

Masjid Sekayu direncanakan menjadi destinasi wisata religi baru di tengah kota, selain Lawang Sewu dan Tugu Muda. Karena banyak wisatawan dari luar Kota Semarang ingin berkunjung. Namun, saat ini sarana prasarana seperti jalan, akses masuk, parkir dan penataan lingkungan belum siap. “Di sana sudah ada relief, dan akan diteruskan tahun depan pembuatan relief dan pavingisasi tiga dimensi itu,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya berencana membuka museum sastra di rumah masa kecil NH Dini. Ia berharap, Kampung Tematik Masjid Sekayu dan Museum Sastra bisa terealisasi. “Jadi, tidak hanya wisata religi. Tapi, juga ada Museum Sastra. Kan berdekatan,” jelasnya.

Dalam penanganan covid-19, Kelurahan Sekayu menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan terdapat rumah sehat. Rumah sehat diperuntukkan untuk orang yang sehat. “Karena yang terpapar covid-19 harus fokus ke pemulihan. Jadi yang diungsikan yang sehat,” ungkapnya.

Baca juga:  Berdayakan Warga Kecamatan Genuk Lewat Kampung Tematik

Saat ini, Pemerintah Kelurahan Sekayu selalu mensosialisasikan warganya untuk menjalankan PHBS. Diakui, PHBS memang sudah ada sejak dulu. Namun, dengan adanya pandemi covid-19, pihaknya lebih gencar mensosialisasikan yang ditambah dengan selalu memakai masker. Karena di Sekayu merupakan daerah padat penduduk. “Membersihkan lingkungan itu sudah sejak lama. Tambahannya masker, dan jaga jarak,” jelasnya.

Pemulihan ekonomi yang dilakukan Kelurahan Sekayu melalui Gerai Kopi Mi. Seperti memesan makanan Jumat Berkah melalui pelaku UMKM. Selain itu, kos-kosan di Sekayu sudah mulai dibuka dan perekonomian lambat laun mulai membaik. Sehingga UMKM bisa bergerak kembali. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya