alexametrics

Aktivitas Perekonomian Warga Kelurahan Randusari Bergeliat selama Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Aktivitas perekonomian di Kampung Tematik Ronce Melati yang terletak di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan semakin bergeliat selama pandemi covid-19. Pasalnya warga setempat menyediakan berbagai perlengkapan proses pemakaman, sedangkan angka kematian sempat naik.

Beda dengan usaha dan aktivitas di kampung tematik lainnya yang sepi, saat pandemi warga Kampung Tematik Ronce Melati justru membuka toko perlengkapan pemakaman selama 24 jam. Mereka memahami kematian bisa terjadi di luar prediksi. Sehingga keperluan jenazah dicari sewaktu-waktu.

“Selain di Pasar Randusasi, warga kami ini kerja di pusat oleh-oleh Pandanaran, di RS Kariadi, dan juru kunci di Makam Bergota,” kata Lurah Randusari Edwin Noya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Akwan selaku modin atau perawat jenazah mengaku memandikan 3-5 jenazah per hari pada puncak angka kematian covid-19. Permintaan peti dan batu nisan jenazah pun meningkat berkali lipat. Bahkan banyak orderan datang dari luar daerah, paling jauh dari Jakarta.

Baca juga:  Kampung Anggrek di Kelurahan Kalisegoro Terus Berkembang

“Sejak level 1 kami sudah bisa lebih aktif di PKK dan urusan lainnya,” imbuh Edwin.

Dalam pantauan koran ini, belasan warga melakukan senam Bersama di gang Randusari Pos IV. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) aktif Kembali. Usai senam, ibu-ibu guyub dengan sarapan pagi Bersama. Lalu dilanjutkan apel persiapan pemberantasan jentik nyamuk.

Edwin menilai memasuki musim penghujan, pemberantasan jentik perlu ditingkatkan. Karena tempat lembab dan kotor berisiko mengundang nyamuk dan menimbulkan sumber penyakit.

Satu per satu rumah di RW 002 didatangi. Tim dari FKK Randusari dan Puskesmas Pandanaran mengecek kualitas air dengan senter. Bila mendeteksi keberadaan jentik nyamuk, pihaknya menuangkan sedikit abotil atau cairan sejenisnya untuk membunuh jentik.

Baca juga:  Johar Tengah Mulai Diisi Pedagang Konveksi, Perlengkapan Olahraga hingga Makanan

Senam dan pemberantasan jentik mulai rutin dilakukan setiap dua minggu sekali. Sedangkan di tingkat RW pemberantasan dilakukan setiap minggu. Tak hanya itu, bank sampah ikut berjalan. Ibu-ibu yang hadir membawa sampah pilahan dari rumah untuk dikumpulkan dan dijual.

Saat melakukan pemberantasan jentik nyamuk, Edwin dipanggil seorang warga. Ia mendapati kabar terjadinya longsor kecil di wilayahnya. Menurutnya hal ini cukup sering terjadi. Sehingga pihaknya rutin melakukan monitoring bencana agar memastikan taka da korban yang ditimbulkan. (taf/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya