alexametrics

Kampung Tematik Angkat Ekonomi Warga Kelurahan Gajahmungkur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bersyukur adanya program Kampung Tematik. Warga di Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur merasakan banyak manfaat. Ekonomi warga mulai terangkat.

Lurah Gajahmungkur Arief Djatmika menjelaskan, di RW 9 terdapat Kampung Jajan Pasar. Dulu terdapat 20 warga yang membuat jajan pasar, kini 40 warga yang membuat jajan pasar. Ia berterima kasih kepada pemkot Semarang karena program kampung tematik karena sangat bermanfaat. Di samping untuk mengenalkan potensi wilayah, juga meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kampung Jajan Pasar dibentuk dari program Pemkot Semarang untuk mencari solusi pengentasan kemiskinan. Jajanan pasar yang jadi usaha warga di antaranya klepon, nagasari, onde-onde, semar mendem, gethuk dan lain-lain. “Dulu, gethuk misal ya seperti itu tidak ada inovasinya. Sekarang dikembangkan menjadi lebih menarik dari tampilan dan rasa, bervariasi. Sehingga, segmennya tidak hanya orang tua, kaum muda sudah mau menicicipi produk jajan pasar,” ujarnya

Baca juga:  Kelurahan Sendangguwo Rencanakan Kampung UMKM

Warga juga memiliki kreasi yang lain. Misalnya membuat tas dari limbah plastik, hingga hiasan dari kain perca. Berbagai usaha kreatif ini telah berhasil menambah ekonomi warga. Apalagi jajan pasar yang diproduksi warga bisa masuk ke salah satu hotel di Semarang dengan seleksi kualitas yang ketat.

Pemerintah Kelurahan Gajahmungkur melakukan beberapa upaya pemulihan ekonomi. Seperti pemberdayaan masyarakat terutama untuk pelaku UMKM melalui musrenbang. Pihaknya mengadakan pelatihan pengembangan UMKM. “Kami bekerja sama dengan dinas ataupun OPD di tingkat kota, mulai dari produksi, bahan baku sampai dengan pemasaran,” katanya.

Untuk ketersediaan bahan baku pihaknya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan melalui pelatihan atau inovasi untuk ketersediaan bahan baku. Sedangkan proses produksi, pihaknya bekerja sama dengan Disperindag dan Disnaker melalui mekanisme pelatihan dengan narasumber dari praktisi ataupun universitas.

Baca juga:  Anak Muda Jangan Alergi Politik

Inovasi bentuk jajan pasar juga dilakukan untuk mempercantik produk. Seperti getuk yang dulunya hanya kotak, sekarang berbentuk buah-buahan atau hewan-hewanan.

Dalam penangangan covid-19 pihaknya mensinergikan masyarakat agar saling peduli. Selain itu, vaksinasi juga digencarkan. Bahkan, hampir 80 persen warga sudah tervaksin. “Jadi untuk menyehatkan masyarakat,” ujarnya. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya