alexametrics

Kelurahan Lamper Lor Jalankan Budaya Gotong Royong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Patroli PPKM dan edukasi tentang protokol kesehatan rutin digelar Pemerintah Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan. Pemberian bantuan sembako, dan penyemprotan desinfektan tak dilupakan.

Penyemprotan desinfektan dilakukan dua atau tiga hari sekali oleh warga di tiap-tiap RW. Penyemprotan dilakukan dengan memanfaatkan motor roda tiga, mobil bak terbuka, hingga gerobak yang didorong bersama-sama.

Lurah Lamper Lor Noor Ali Taufiq menjelaskan gerobak dipilih karena dapat menjangkau gang-gang sempit untuk melakukan penyemprotan. Warga sangat antusias dan saling bergotong royong supaya mengurangi kasus covid-19 di wilayah kelurahan Lamper Lor.

Ia mengungkapkan, warga RW 1 sangat menjaga tradisi, yakni dengan selalu gotong royong dan sopan-santun. Ada pengalaman, kelurahan pernah menyalurkan bantuan dari perorangan untuk dibagikan kepada yang terdampak covid-19.

Baca juga:  Pembangunan Jatidiri Tahap Lima Sedot Rp 100 M

“Jadi ada warga yang kaya selalu memberikan paket sembako untuk dikasihkan kepada yang terdampak di wilayah Kelurahan Lamper Lor,” katanya.

Melalui kultur yang sangat memegang tradisi, pihaknya berencana mengusulkan Kampung Tematik Budaya. Kampung tersebut rencananya sebagai pengenalan terhadap budaya yang kini semakin terkikis.

Banyak UMKM di Kelurahan Lamper Lor yang berhasil dikoordinasikan lewat Gerai Kopimi. Pihaknya berupaya untuk memulihkan ekonomi yang jatuh selama pandemi dengan cara membangun joglo sebagai pusat perekonomian warga.

Melalui musrenbang Joglo tersebut dapat digunakan menjadi lokasi perlombaan bagi anak-anak. Sedangkan tanah lapang di depannya sebagai tempat jual beli. “Kami berharap secepatnya dapat terealisasikan. Tentunya ini masih menunggu hingga minimal Semarang sudah level 1. Syukur bisa bebas dari covid-19,” jelasnya. (fgr/ton)

Baca juga:  30 Praja IPDN Diajak Tanam Mangrove

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya