alexametrics

Pantau Warga Kelurahan Palebon yang Isoman lewat Grup WA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan yang terpapar Covid-19 tak perlu cemas. Mereka yang bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri. Meski demikian, kondisi kesehatan mereka tetap terpantau hingga sembuh.

Lurah Palebon Suwardi menjelaskan apabila ada orang yang meninggal terpapar covid-19, pihaknya langsung membentuk relawan dan meminta bantuan ke Disperkim untuk pemakaman. Selain itu, terdapat program unik, yakni isoman dengan memanfaatkan grup WhatsApp. Tujuannya memantau perkembangan covid-19 di Kelurahan Palebon.

Diakui, grup isoman dilakukan secara spontan dan mempercepat kinerja dalam penanganan covid-19. Grup tersebut berisi puskesmas, pemerintah Kelurahan, LPMK, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tentunya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri.

Terakhir grup dimanfaatkan pada 9 Agustus 2021 karena kini sudah tidak ada masyarakat Palebon yang terpapar covid-19. “Kalau yang sudah negatif, ya keluar grup. Dan itu untuk mempermudah koordinasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pemerintah Kelurahan Palebon melakukan sinergitas melalui RT dengan mendata warga yang terpapar Covid-19. Kemudian bekerja sama dengan puskesmas berdasarkan data yang pasti untuk memantau Kesehatan warga.

Baca juga:  Kelurahan Gebangsari Siapkan Pasar Online untuk Pulihkan Ekonomi

Sejumlah potensi ekonomi dan budaya ada di Kelurahan Palebon. Yakni Kampung Seni 29 Palebon. Di sana terdapat karawitan, sulam pita, wayang, seni tari, dan kerajinan tangan lainnya. “Kami juga selalu merangkul gerai kopimi, karena koordinasi UMKM terpusat di sana,” katanya.

Dalam menunjang perekonomian, pihaknya berencana untuk menghidupkan lagi pasar minggu pagi di Kampung Seni 29 dengan iringan karawitan. Terdapat juga pasar krempyeng di Jalan Panda yang mulai beroperasi di awal pandemi.

Berkat adanya pasar tersebut, warga menjadi tidak menganggur. Seperti bisa menjadi tukang parkir, dan ada UMKM baru yang berani menjajakan dagangannya. “Mudah-mudahan kalau sudah normal, pasar akan dihidupkan lagi,” jelasnya. (fgr/ton)

Baca juga:  Disperkim-Distaru Kolaborasi, Buat Tugu Muda Lebih Estetik

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya