alexametrics

Lurah Terboyo Kulon Dapat Hikmah dari Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Pandemi Covid-19 benar-benar memukul berbagai sendi kehidupan. Aktivitas masyarakat banyak yang terhenti. Roda perekonomian terganggu. Tapi tetap ada hikmah di balik semua ini.

Lurah Terboyo Kulon Sulistiyandono menjelaskan, terdapat hikmah dari adanya pandemi. Yakni warganya yang hanya terdiri dari 2 RW saat ini selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan. Kepedulian warga semakin meningkat satu dengan lainnya. “Warga saya tertib dan taat untuk selalu menjaga prokes,” katanya.

Program Jogo Tonggo berjalan di Terboyo Kulon. Di bawah kepemimpinan Sulistiyandono, Jogo Tonggo dilakukan secara bergilir. Yakni dengan memberikan bantuan dari RT ke RT lainnya yang melakukan isolasi mandiri. Dengan adanya jadwal giliran, maka akan terkoordinasi dengan baik. “Jadi dari warga untuk warga,” katanya.

Baca juga:  Jaga Gilo-Gilo Tetap Eksis di Kelurahan Gabahan

Pandemi juga tak menghentikan pihak Kelurahan Terboyo Kulon dalam melayani masyarakat. Pelayanan publik tetap berjalan. Kegiatan terkait pencegahan Covid juga terus dilaksanakan. Seperti penyuluhan tentang protokol kesehatan, seperti selalu melakukan patroli PPKM pagi dan malam, penyemprotan desinfektan, pendampingan vaksinasi, pemberian bantuan dari pemkot, dan bekerjasama dengan CSR instansi lain. Salah satu penerimaan wastafel dari SMA Sultan Agung.

Di Terboyo Kulon terdapat makam Waliyyullah Syekh Maulana Jumadil Kubro. Hampir di setiap hari pasti ada peziarah yang datang di tempat ini. Banyak pula peziarah dari luar kota. Ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata religi.

Tak hanya unsur religi, pihak kelurahan juga memperhatikan infrastruktur di sekitar kawasan tersebut. Misalnya jalan masuk menuju kantor kelurahan dihias dengan taman-taman. Karena lokasi kantor kelurahan tak jauh dari makam Syekh Maulana Jumadil Kubro, taman-taman ini tentu memperindah kawasan wisata religi.

Baca juga:  Pemerintah Kelurahan Karanganyar Terus Genjot Program Pemulihan Ekonomi Warga

Selama pandemi Covid-19, pengelola makam Syekh Jumadil Kubro telah menerapkan protokol Kesehatan. Sebelum berziarah pengunjung disuruh cuci tangan, cek suhu serta mewajibkan memakai masker. Kalau tidak mematuhi maka akan dilarang masuk ke lingkungan makam.

Sairozi, salah satu peziarah mengatakan, alasan ia datang ke makam Syekh Jumadil Kubro untuk berwisata religi serta merawat tradisi leluhur yaitu berziarah ke makam ulama. Meski musim pandemi dirinya tidak takut selama mematuhi protokol kesehatan. “Asal niatnya baik dan mematuhi protokol kesehatan, Insyallah aman,” ujar peziarah asal Demak ini. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya