alexametrics

Kelurahan Tembalang Bangun Kembali Kampung Seni Budaya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kampung Seni dan Budaya di wilayah Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang kembali bergairah. Lurah Tembalang Maryono bersama Ketua LPMK Karna’an, Ketua RW IV Supri Londo, tokoh masyarakat Agus Rohadi, Gimin serta karang taruana ingin mengaktifkan kembali pentas seni yang selama 2 tahun terhenti akibat pandemi.

Kampung Seni dan Budaya di wilayah Jurang Blimbing, RT 6, RW 4, Kelurahan Tembalang memiliki berbagai kesenian yang eksis hingga sekarang. Seperti ketoprak, kuda lumping, rebana, karawitan, dan gamelan. Kampung Seni dan Budaya didirikan dengan harapan dapat melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Semarang. “Setiap tahun rutin tampil, tetapi ini menggunakan prokes ketat,” kata Maryono.

Pelopor sekaligus sesepuh Kampung Seni dan Budaya Gimin, 70, menjelaskan, warga biasa menggelar ketoprak setiap Rabu dan Jumat. Sedangkan pementasannya tiap satu bulan sekali. Sedangkan latihan rebana, karawitan, dan gamelan dilakukan secara kelompok tersendiri.

Baca juga:  Kelurahan Tlogosari Kulon Terus Tingkatkan Usaha Menuju Herd Immunity

Diakui, dari berbagai kesenian yang ada di Kampung Seni dan Budaya, yang paling sulit adalah memainkan gamelan. Karena selain not, terdapat juga irama yang harus selaras. Sampai sekarang ia belum juga bisa memainkan gamelan dengan pas.

Ia sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan dan mendukung para seniman. Namun, kini sangatlah sulit mengadakan pentas seni karena masih dalam suasana pandemi. Ia berharap keadaan yang kembali normal dan ada generasi penerus dalam berkesenian, khususnya anak muda. “Karena anak muda sekarang itu pintar-pintar dan banyak yang mengenyam bangku sekolah,” jelasnya.

Dalam penanganan pandemi, Maryono menggandeng berbagai pihak yang menyalurkan bantuan melalui program CSR. Contohnya Undip, BRI, BNI, Poltekes Semarang dan Bank Jateng telah memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya mereka yang melakukan isolasi mandiri. “Bantuan dari pemkot sangat terbatas, sehingga kami menggandeng CSR,” jelasnya.

Baca juga:  Posko di Kelurahan Bongsari Tetap Aktif Meski Covid-19 Mulai Turun

Pihaknya juga menyiapkan tempat isolasi mandiri dengan sebelas kamar khusus perempuan di wilayah RT 1 RW 1. Tempat ini berguna untuk menampung warga yang membutuhkan tempat untuk isolasi mandiri. Tentu dengan pengawasan pihak kesehatan dan tim Satgas Covid. Rumah dinas lurah juga digunakan menjadi tempat singgah relawan covid. Relawan covid terdiri dari Banser, DMI, KSB, Gercep, dan Karang taruna yang selalu siap dalam penanganan covid-19.

Kantor kelurahan selama ini juga berfungsi sebagai posko penanganan Covid serta lumbung pangan. Pihaknya bersama masyarakat juga mendirikan dapur umum di RT 1. Lantas setiap Minggu, ada program Minggu Berkah yang mengumpulkan bantuan dari UMKM untuk dibagikan ke lansia. Sosialisasi secara langsung, operasi PPKM hingga pemasangan banner imbauan taat prokes juga disebar di sejumlah titik.

Baca juga:  Sulap Desa Tertinggal jadi Desa Digital

Untuk mengembangkan potensi dan peningkatan ekonomi, Kelurahan Tembalang memberikan pelatihan UMKM bagi warga. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi pernah menghadiri kegiatan ini. Pihak kelurahan juga memfasilitasi UMKM untuk mendapatkan bantuan maupun mempromosikan produknya. “Lewat online, karena sudah ada website. Kan kita fasilitator, melalui murenbang, swadaya masyarakat,” katanya. (cr6/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya