alexametrics

Sulap Desa Tertinggal jadi Desa Digital

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Ahmad Nuri dipercaya oleh masyarakat Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, menjadi Kepala Desa (Kades) selama dua periode. Tepatnya, sejak 2013 sampai saat ini.

Sejak awal menjabat, Kades Sepakung, Ahmad Nuri, memiliki inovasi untuk mengembangkan Desa Sepakung menjadi Desa Digital. Padahal, desa ini dulunya tertinggal dan sulit diakses oleh internet. Kini, Sepakung justru menjadi Desa Digital Nomor 2 se-Indonesia, setelah Desa Lamahu, Gorontalo. Saat ini, Desa Sepakung bahkan menjadi Desa Wisata yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

“Desa Digital ini berawal dari Desa Sepakung yang dulu sama sekali tidak ada sinyal internet. Sekarang 80 persen sudah tar-cover wifi desa,” kata Ahmad Nuri. Sang Kades menyampaikan, pendanaan wifi berasal dari BUMDES setempat. Pemasangan wifi bahkan sudah menyasar hingga masing-masing RT (Rukun Tetangga), dengan pelanggan rumah-rumah warga. “Kami juga menyediakan voucher wifi per orangan,” kata Kades Ahmad Nuri. Upaya meningkatkan Desa Digital di Sepakung, terus dilakukan oleh Ahmad Nuri.

Baca juga:  Kelurahan Kedungpane Terus Kembangkan Pariwisata dan Bangkitkan UMKM

“Kami mempunyai aplikasi Pamdes. Aplikasi ini dapat diakses melalui playstore dan appstore. Melalui aplikasi Pamdes, masyarakat Sepakung dapat mengakses surat menyurat. Sehingga warga lebih efektif. Mereka tidak perlu datang ke kantor desa,” kata Ahmad Nuri. Program ini bekerja sama dengan PT Komunikasi Lintas Nusa.

Potensi Sepakung tak hanya menjadi Desa Digital. Tapi sudah menjadi desa wisata. Ada beberapa titik destinasi wisata yang siap dikunjungi. Seperti Gumuk Reco dan Puncak Telomoyo. “Pengelola desa wisata, asli warga Sepakung.”

Sebagai Desa Wisata, masyarakat Desa Sepakung mulai merasakan manfaatnya. Mulai meningkatnya ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan membangun mental desa.

Potensi lain Sepakung adalah perkebunan, pertanian, dan peternakan. “Sekarang warga masyarakat bangga menjadi warga Desa Sepakung, karena ada yang dibanggakan, yaitu Desa Digital dan Desa Wisata.” (mg6/mg7/isk)

Baca juga:  Kelurahan Bangetayu Kulon Rintis Kampung Tematik Literasi dan Ngaji

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya