alexametrics

Terinspirasi dari Pelanggan Bukunya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Awalnya tidak terlalu tertarik menjadi seorang advokat, Dwi Ariyanto, SH, lawyer muda warga Pucanggading, Kota Semarang ini, justru kini menjadikan advokat sebagai profesinya.

Pria yang intim disapa Dwi ini mengenang, awal ketertarikan menjadi seorang lawyer, justru saat ia nyambi jadi marketing di perusahaan penerbitan ternama. Tugas Dwi kala itu, menjual buku-buku ensiklopedi ke orang-orang terdidik.

Menjadi sales buku hanya sambilan. Aktivitas utama Dwi ketika itu adalah kuliah di jurusan Statistik. Intensitasnya bertemu pelanggan bukunya yang ternyata advokat sukses, membawa Dwi pada pandangan tersendiri tentang dunia hukum. Advokat yang dimaksud adalah Dani Sriyanto, SH.

“Dari sering mengirim buku yang dibeli Pak Dani (Dani Sriyanto) itulah, saya terinspirasi dengan sosoknya yang sabar dan sering saya lihat beliau banyak menangani perkara yang dimenangkannya dengan luar biasa,” puji Dwi.

Baca juga:  Tidak Pernah Cerita Kasus ke Istri

Dari situlah, Dwi  banting setir, keluar dari jurusan Statistik. Ia lantas kuliah di Fakultas Hukum, di salah satu perguruan tinggi swasta di  Semarang. Namun, setelah selesai menempuh kuliah hukum, tak serta-merta bisa menjadi advokat seperti idolanya. Harus ada tahapan yang dilalui. Seperti magang dan ikut ujian calon advokat, sebelum menyandang profesi advokat.

“Saya tidak menyerah. Saya datangi Pak Dani dan memohon bisa magang di tempat beliau. Permohonan saya dikabulkan,” kata Dwi.  Nah, pada 2019, menjadi tonggak sejarah baginya. Karena pada tahun itulah, ia resmi dilantik sebagai advokat, bergabung dengan Dani Sriyanto and Partners. Tak main-main. Kasus pertama yang ditangani adalah korupsi.

“Terus terang, saya kaget saat dapat kepercayaan menangani kasus itu. Apalagi saat sidang korupsi waktunya bisa sampai malam, tidak seperti kasus-kasus biasa di Pengadilan Negeri,” tutur ayah dari Dzaky Firdaus Revalino dan Fadhil Antonia Fernando ini. Meski harus mengikuti persidangan hingga larut malam, namun ketertarikannya pada kasus-kasus korupsi, membuatnya semakin antusias. “Karena banyak hal baru dari setiap kasus yang saya dan tim tangani.”

Baca juga:  Pelayan Umat, Ya Pelayan Klien

Kata Dwi, “Kasus korupsi itu menarik. Karena di dalam pembuktian, kita dituntut menemukan bukti-bukti yang nyata dan itu tidak mudah. Tapi di situlah tantangannya.”

Disinggung tentang penegakan hukum di Tanah Air, Dwi melihat sudah mulai ada peningkatan dibanding sebelumnya. Ia mencontohkan, sejumlah tokoh yang disebut kebal hukum, nyatanya bisa dijerat sanksi pidana, meski pada pelaksanaannya ada intrik-intrik yang menyertai. Terpenting, baginya, menyelesaikan tugas dengan baik, sesuai amanah yang diterima, adalah hal mutlak.

“Jangan sampai mengecewakan klien. Amanah harus dijaga. Selain itu, harus banyak memberi manfaat bagi orang lain dan bersyukur adalah prinsip hidup yang saya pegang,” tandas suami dari Tri Mulyani ini.

Baca juga:  Mengajar Pendidikan Advokat hingga Dirikan Padepokan

Selain bersyukur dan memberi manfaat bagi orang lain, hidup sehat juga selalu ditanamkan pada lingkungan keluarganya. Bagi Dwi, melepas penat bersama keluarga, tak mesti harus piknik ke luar negeri atau tempat wisata yang mahal. “Cukup berolah-raga bersama istri dan kedua buah hatinya.”

Saat weekend, Dwi kerap mengajak keluarga kecilnya  jalan sehat atau jogging di Stadion Tri Lomba Juang. “Sehatnya dapat, waktu kebersamaan bersama keluarga juga dapat, karena yang terpenting hidup harus sehat,” tutupnya. (sls/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya