alexametrics

Terbiasa Diancam dan Diteror

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Adi Nurachman, SH, MH, MM, 21 tahun menekuni dunia advokat. Misi besar dilakoninya: membela dan menegakan hak masyarakat di mata hukum. Meski diakui, banyak tantangan besar ketika menekuni dunia tersebut.

Sejak kecil ingin jadi advokat, biar bisa membantu membela dan menegakan keadilan,” katanya saat ditemui di kantornya di kawasan Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang. Ratusan kasus pernah ia tangani. Tidak hanya di Jawa Tengah. Tapi juga di Bali, Kalimantan, Banjarmasin, Lombok, dan beberapa daerah lain. Ia konsen mendampingi kasus hukum, mulai pidana, perdata, PTUN, dan konflik industrial. “Selama 21 tahun saya di dunia advokat. Ya, ada senang, ada sedihnya juga,” ujarnya, tersenyum.

Baca juga:  Kasus Legalisasi Anak Membekas di Hatinya

Adi bercerita, masuk ke dunia advokat secara penuh pada  6 Maret 2000. Banyak pengalaman selama menekuni profesi tersebut. Ancaman maupun teror kerap ia terima, saat menangani perkara. Toh, semua itu tak membuat nyalinya ciut.  “Kalau awal jadi advokat ya sedikit down ketika ada teror. Sekarang sudah kebal dan tidak masalah,” akunya.

Adi  tidak menampik dunia advokat penuh tantangan. Toh,  ia berprinsip dan selalu yakin serta percaya jika di jalan benar, maka akan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. “Itu keyakinan saya dan Alhamdulillah sampai sekarang baik-baik saja dan lancar semuanya.”

Alumni FH Untag Semarang ini mengaku senang ketika klien yang dibelanya puas. Ia mencontohkan saat menangani  konflik tanah di Bandungan, Kabupaten Semarang. Ada 40 warga terlibat konflik tanah dan sudah sempat kalah di tingkat MA. Tapi, berkat mediasi dan terobosan yang dilakukan, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Warga mendapatkan haknya dan kedua belah pihak sama-sama menerima. “Itu sudah sempat kalah di MA. Setelah kami dampingi, akhirnya bisa win-win solution.”

Baca juga:  Mengikuti Jejak Sang Idola

Pecinta motor gede ini menilai, kondisi hukum saat ini masih tajam ke bawah. Namun, ia tetap akan berusaha memperjuangkan untuk keadilan bagi semua orang. Kuncinya satu, bagaimana agar catur wangsa penegak hukum: hakim, jaksa, polisi dan advokat, bergerak atas nama keadilan dan sesuai undang-undang. “Jika semua lurus, saya kira persoalan hukum kita akan selesai dan benar-benar adil,” kata Adi.

Di tengah kesibukannya, pecinta seafood ini tetap memprioritaskan keluarga. “Keluarga tetap nomor satu. Saya selalu mengajarkan kepada dua anak saya selalu di jalan benar dan selalu memberikan manfaat untuk orang lain,” pungkasnya. (fth/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya