alexametrics

Tebus Kesalahan Masa Lalu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sering berurusan dengan masalah hukum, membuat Indra Gunawan, SH terdorong menjadi seorang advokat.

Pria berusia 50 tahun ini, berlatarbelakang Sarjana Ekonomi. Sempat bekerja sebagai debt collector (DC). “Jadi, dulu itu saya sering terlibat masalah hukum, karena menjadi seorang DC,” jelas Indra kepada jurnalis Jawa Pos Radar Semarang.

Karena masalahnya itu, ia pun kerap  berurusan dengan aparat hukum. Sampai suatu ketika, ia tersadar setelah mendapat surat peringatan dari Polda Jateng, terkait ulahnya yang kerap  melanggar hukum. “Kebetulan surat itu yang ngantar teman saya, karena dia dinas  di sana,” tuturnya.

Memutuskan untuk berhenti sebagai DC, Indra lantas bekerja di Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK). Ia bercerita, saat itu ada sebuah LPK tengah mencari sosok yang berani menghadapi DC. “Akhirnya, saya gabung ke LPK. Saya jadi pembela konsumen. Berbanding terbalik dengan dulu yang membela pemilik modal, saat masih menjadi DC,” kenangnya.

Baca juga:  Kasus Pertama, Tangani Perkosaan

Lama bergabung di LPK, membuat Indra semakin tertarik menggeluti dunia hukum. Ia lantas berkeinginan menjadi seorang advokat. Indra merasa, kala itu tidak menemukan advokat yang satu visi dan misi dengan LPK-nya. Untuk memenuhi keinginannya, ia  lantas berkuliah di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Ia melakoni kuliah sembari tetap bekerja di LPK.

“Tahun 2018 saya lulus, lantas ikut ujian profesi advokat. Satu kali ujian langsung lulus,” jelas bapak dua anak ini. Setahun kemudian, 2019, Indra menjadi advokat.  “Menjadi advokat tidak terlalu banyak penyesuaian. Karena saat di LPK sudah banyak pengalaman.”

Karena namanya cukup dikenal, tak butuh waktu lama bagi Indra untuk memperoleh klien. Ia pun mulai menangani sejumlah  perkara.

Baca juga:  Prinsipnya, Permudah Urusan Orang Lain

Selama menjalani profesi advokat, Indra memegang prinsip.  Yaitu, selalu berusaha amanah serta meniatinya sebagai ibadah. Tak jarang, ia sukarela dibayar, ketika kliennya warga kurang mampu.

“Menjadi advokat tidak melulu tentang uang.” Kata Indra, langkah tersebut juga dilakukan sebagai bagian menebus kesalahannya di masa lalu, saat masih menjadi DC. Baginya, kepercayaan dari klien pun menjadi amanah yang harus dijaga dan diperjuangkan. “Saya tidak mau mengkhianati klien saya,” cetusnya.

Ditanya soal penegakan hukum di Indonesia, Indra berpendapat  sudah baik secara regulasi. Hanya saja, dalam pelaksanaannya harus lebih ditingkatkan. “Kalau secara pribadi, saya ingin ada suatu pengingat bagi aparat penegak hukum supaya bisa adil dalam kebenaran. Karena manusia tetap harus diingatkan.”

Baca juga:  Dampingi Guru Korban Pinjol

Kesibukannya menjadi advokat juga menuntut Indra harus membagi waktu. Antara pekerjaan dan keluarga. Setiap weekend, ia luangkan  waktunya secara penuh untuk keluarga. “Saya full kerja hanya hari Senin sampai Kamis. Jumat sampai Sabtu, pekerjaan saya selesaikan di rumah. Minggu sama sekali tidak memikirkan pekerjaan, karena waktu untuk keluarga,” kata pria yang hobi fitness dan beladiri Muay Thai ini.  (man/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya