alexametrics

Tak Hanya tentang Kerja, Kantor, Klien

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Lawyer, baginya, sebuah profesi yang menantang dan datang karena panggilan hati.

Meski sibuk mendampingi klien, melakoni proses persidangan, hingga kerap melaju ke luar kota, bukan jadi halangan bagi Syamsu Alam Hashab SH untuk tetap memprioritaskan keluarga.

Bagi Syamsu—sapaan intimnya—hidup tidak hanya tentang bekerja, kantor, dan klien. Tapi, ada hidup yang lain. Yaitu, bersosialisasi, rekreasi, rileks dan olahraga.  Karena itu, saat waktu luang, ia kerap mengajak keluarga untuk berwisata. Ke berbagai objek wisata, pantai, atau sekadar kulineran. “Menikmati pemandangan dan kulineran. Itulah menikmati kehidupan bersama dengan keluarga,” ucap Syamsu.

Syamsu Alam juga menanamkan prinsip kuat dalam mendidik anak-anaknya. Ia mengajarkan akhlak sejak dini dan mengajarkan ilmu agama. Mengembangkan, memotivasi, dan mengarahkan bakat minat kemampuan anak agar mencapai prestasi maksimal. “Semua itu agar kelak anak-anak saya bisa hidup mandiri sesuai bakat, minat, dan kemampuan masing-masing.”

Baca juga:  Kedepankan Kejujuran, Berlandaskan Materi Hukum

Syamsu melakoni profesi advokat sejak 2009 silam, setelah dinyatakan lulus pendidikan advokat oleh Kongres Advokat Indonesia pada 2008. Ia mengaku termotivasi dari jiwa dan semangat untuk berjuang melawan ketidakadilan bagi mereka yang patut memperoleh perlindungan.

Bagi Syamsu, dunia advokat penuh tantangan. Segala dalil patut dibuktikan untuk memperoleh keadilan. Karena itu, mau tidak mau, butuh kerja keras dan harus sesuai fakta di lapangan. “Ini dunia saya, dan memang kuliah di hukum,” ujarnya.

Mengawali kariernya sebagai lawyer, Syamsu magang di firma hukum  John Richard Latuihamallo & Partners selama  dua tahun. Kasus pertama apa yang Anda tangani? ”Perceraian di Pengadilan Agama Semarang. Itu pengalaman yang tidak bisa dilupakan,” akunya.

Baca juga:  Advokat Berdiri Bersama Rakyat

Penghobi keris ini mengaku banyak kasus sudah ditangani. Ia ingat saat menangani kasus pidana kliennya, seorang pengusaha kedelai. Si pengusaha ditipu rekan bisnisnya. Ironisnya, kasus ini mandeg di kepolisian selama tiga tahun.  “Pelaku ini ngakunya cucu mantan Kapolri, Bapak (alm) Hoegeng,” ucapnya. Tak percaya dengan pengakuan pelaku, Syamsu menelusuri silsilah keluarga Hoegeng. Pengakuan pelaku ternyata hanya klaim sepihak.

“Setelah perkara dipelajari, terkuaklah silsilah pelaku. Setelah itu, berkas lanjut.” Itu pun, setelah Syamsu melaporkan  kasus tersebut ke pihak Propam.  “Tersangka lantas ditahan dan disidangkan di PN Semarang. Selama jalannya persidangan, terdakwa menemui klien kami dengan maksud mengembalikan utangnya,” tambahnya.

Selalu optimistis, menjadi sikap Syamsu saat menghadapi situasi baru. “Saya selalu yakin bahwa setiap kesempatan dan hal-hal baru yang saya temui, pasti ada manfaat di dalamnya.” Untuk itu, ia menjalani kehidupan dengan selalu  rendah hati dan sederhana.

Baca juga:  Kasus Pertama, Tangani Perkosaan

Artinya, hidup yang bersahaja tapi tidak berlebihan. Lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, sehingga tercipta ketenangan dan kebahagiaan di dalam rumah tangga. “Jika semua seimbang, Insya Allah hidup akan tenang dan damai.” (fth/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya