alexametrics

Advokat Berdiri Bersama Rakyat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Paradigma yang beredar di masyarakat sekarang ini bahwa tugas advokat adalah  membebaskan klien dari tuntutan hukum. Hal itu tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Tugas  seorang advokat adalah melakukan pendampingan terhadap klien.

Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  Semarang, M. Reza Kurniawan SH, MH mengungkap, tugas  seorang advokat sangatlah berat. Advokat harus berdiri bersama rakyat. Advokat menjadi penyeimbang agar negara tidak semena-mena dalam menegakkan hukum.

“Advokat bertanggung jawab memberikan pendampingan hukum agar seorang klien bisa memperoleh hak-haknya selama menjalani proses hukum,” kata Reza.

Perkembangan hukum dan pergantian undang-undang yang terus menerus, harus diikuti oleh seorang advokat. Advokat harus bisa menjaga profesionalisme. Advokat harus selalu meningkatkan kompetensi yang seharusnya dimiliki.

Baca juga:  Kasus Legalisasi Anak Membekas di Hatinya

Ketika beracara, seorang advokat harus memiliki prinsip. Advokat bertindak sebagai penegak hukum. Advokat juga bertindak sebagai pengawas penegakan hukum. Berfungsi juga sebagai penemu hukum dan  sebagai pembela hukum.“Fungsi sosial harus dijalankan oleh advokat. Membantu saudara-saudara yang belum mampu yang harus ditingkatkan di penegakan hukum,” katanya.

Untuk menjadi seorang advokat, harus melakoni proses  cukup panjang. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Advokat. Antara lain, WNI, sudah menempuh gelar sarjana hukum, mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), lulus Ujian Profesi Advokat (UPA), dan magang dua tahun di kantor advokat. Setelah itu, baru diangkat sumpah advokat di  usia minimal 25 tahun’ dan tidak pernah dipidana ancaman 5 tahun atau lebih.

Baca juga:  PN Semarang Fasilitasi Warga Miskin

Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Tengah, John Richard Latuihamallo SH, MH berpendapat, advokat  salah satu profesi tertua di dunia, selain kedokteran yang telah menjadi pilar penting dalam proses kehidupan masyarakat dalam suatu negara.

“Keberadaan advokat berkembang seiring  berkembangnya demokrasi dan perlindungan hak-hak sipil masyarakat yang dibutuhkan untuk melakukan pembelaan atas hak-hak tersebut berhadapan dengan negara maupun dengan perorangan,” kata John.

Seiring pentingnya keberadaan advokat, maka organisasi advokat sangat dibutuhkan untuk mewadahi para advokat. Tujuannya, agar advokat taat pada kode etik. “Karena esensi dari tugas dan kewajiban adalah berlandaskan kepada kode etik tersebut untuk mencegah terjadinya penyimpangan advokat dalam menjalankan profesinya,” beber John.

Baca juga:  Jadikan Keluarga sebagai Support System

Banyaknya organisasi advokat, lanjut John,  menunjukkan adanya dinamika demokrasi  yang berjalan dalam diri para advokat itu sendiri. “Yang awalnya ingin membuat dan mendirikan single bar, namun hal tersebut tidak bisa berjalan secara efektif. Juga tidak dapat menampung apresiasi para advokat yang memang berasal dari berbagai organisasi advokat yang sudah berdiri sejak lama.”

John mencontohkan, kejadian 2008 dengan berdirinya Kongres Advokat Indonesia (KAI) adalah bukti bahwa demokrasi  itu berjalan. “Maka, kesimpulannya, multi bar adalah yang terbaik.” (cr5/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya