alexametrics

Ubah Pancasila Langgar Konstitusi 

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PURWOREJO – Anggota MPR RI  dari dapil 6 Jateng Bramantyo Suwondo menegaskan Pancasila merupakan konsensus kebangsaan yang bersifat final, dan mengikat. Maka tidak ada yang boleh mengubahnya.

“Segala upaya mengganti, atau mengubah Pancasila, itu jelas tindakan melanggar konstitusi,” tegasnya dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan masyarakat Purworejo, kemarin.

Dia mengurai, Pacasila lahir dari pemikiran, dialektika intelektual para founding  fathers. Disarikan dari berbagai macam ideologi, ajaran agama, filsafat yang ada di dunia. Dirumuskan sesuai dengan jiwa keindonesiaan.

“Maka kompleksitas permasalahan kebangsaan, sikap politik bebas aktif di dunia internasional, haruslah dikembalikan kepada konstitusi,” tutur pria yang akrab disapa Mas Bram itu.

Ia menilai, perlunya peran aktif Indonesia dalam upaya perdamaian dunia.  Menolak tegas segala bentuk penjajahan  suatu bangsa, ke atas bangsa lain. Kata dia, ini amanat konstitusi. Sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

Baca juga:  Gandeng Bank Jateng Beri Stimulus UMKM

“Pemerintah Indonesia untuk aktif bersuara dan terlibat dalam upaya perdamaian dunia. Seperti isu Palestina dan Israel,” sebut politisi Partai Demokrat itu.

Bangsa Indonesia harus mengambil posisi. Mendukung kemerdekaan Palestina. Hal itu harus terus disuarakan, sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila, dan UUD 1945.

Mas Bram pun meminta, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika tidak  hanya menjadi jargon. Secara terus-menerus harus disosialisasikan. Agar tertanam dalam kehidupan kemasyarakatan, dan bernegara.

“Pemerintah harus kreatif dan inovatif mengemas, dan memasyarakatkan Pancasila dengan memanfaatkan teknologi informatika, media-media sosial, disesuaikan dengan kondisi generasi milenial,” ujarnya.

Jika informasi itu tersiar dengan baik, bisa menjadi tameng atas gerakan-gerakan pemecah persatuan. Masyarakat pun harus hati-hati. Memilih, dan memilah informasi atau berita yang beredar di media sosial. “Bijak, kroscek, tidak mudah percaya berita bohong atau hoax. Ini harus dikedepankan sebelum menyebarkan berita atau sharing kepada pihak lain,” tegasnya.

Baca juga:  PLN Gratiskan Pasang Baru Listrik dan Instalasi 750 Persil Rumah di Kima Kabupaten di Jateng

Dia tidak ingin, persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia runtuh begitu saja. Akibat warganya percaya dengan berita-berita yang menyesatkan. Dibumbui dengan bahasa-bahasa miring, yang menjatuhkan salah satu pihak.

“Polarisasi masyarakat pascapilpres 2019 yang begitu keras, jangan sampai terjadi lagi di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Bram juga memaparkan program-program aspirasi yang sudah disalurkan kepada masyarakat di dapil  Jawa Tengah VI selama tahun 2020 dan 2021. Di antaranya menyalurkan  bantuan PIP (Program Indonesia Pintar), Bidikmisi (KIP Kuliah), alat pertanian  (hand tractor dan mesin pompa air), sarana prasarana olahraga, fasilitas kesenian  dan kebudayaan, sarana TIK (teknologi informatika dan komunikasi), bimtek  kepariwisataan, dan lain-lain.

Baca juga:  Saloka Kembali Hadirkan Baru Klinthing Show

Mas Bram mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyampaikan apa yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi ini kepada lingkungan sekitarnya. Agar nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dapat bersama-sama diamalkan dalam kehidupan  sehari-hari. (put/bis/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya