alexametrics

Ekspor Perikanan Naik 40 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ekspor sektor perikanan Jawa Tengah mulai menggeliat. Tercatat, ekspor September mencapai 5.461 ton. Naik 40 persen dibanding pada Agustus.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang Raden Gatot Perdana membeber, nilai ekspor pada September mencapai Rp 247 miliar. Sementara Agustus di angka Rp 193 miliar, sebanyak 3.893 ton.

Menurutnya, ada 59 jenis produk perikanan Jateng yang diekspor di 23 negara. Produk ekspor ikan tertinggi berdasarkan volume di antaranya  ikan surimi, cangkang kerang, terpung ikan, cumi-cumi, layur, semuanya naik signifikan. “Surimi menyumbang 49,8 persen atau 1.357 ton, Cangkang kerang 5,7 persen, Tepung ikan 79,5 persen, dan Layur di 56,8 persen,” imbuh Gatot.

Baca juga:  Ribuan Seniman Kabupaten Semarang Terima Bantuan

Gatot menuturkan, komoditi perikanan diekspor oleh lima negara langganan. Sebut saja Tiongkok, Jepang, Taiwan, Saudi Arabia, dan Malaysia. Sementara, Amerika menjadi negara utama tujuan ekspor. Berdasarkan jumlah atau volume ekspor, Tiongkok menduduki peringkat teratas dengan 1.001 ton.

Gatot berharap, tren terus naik. Sebab, selama tujuh bulan sektor perikanan dan kelautan terdampak pandemi Covid-19. Kini, pihaknya tengah fokus mengembangkan diversifikasi (penganekaan) produk ikan. Agar produk perikanan semakin baik. “Ini untuk meningkatkan nilai jualnya. Serta bisa menembus daya saing di pasar global,” tandasnya. (avi/zal/bas)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya