alexametrics

Fermentasi Sampah Pengganti Bahan Kimia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Komunitas Muslimah Madani Peduli (M2P) Semarang mengampanyekan pemakaian Eco Enzyme sebagai pengganti bahan kimia. Cairan hasil fermentasi sampah rumah tangga ini dinilai multiguna.

Selain bisa menyuburkan tanaman, Eco Enzyme yang kali pertama dikembangkan oleh Dr Rosukon Poompanvong, founder Asosiasi Pertanian Organik (Organic Agriculture Association) dari Thailand ini ternyata bisa berfungsi sebagai desinfektan.

Romlah Musahan mengatakan, Eco Enzyme dibuat dari campuran aneka kulit buah, gula aren dan air. “Campuran itu disimpan dalam wadah plastik tertutup selama tiga bulan, baru bisa dipanen. Tentunya harus dengan teknik tertentu agar tidak muncul belatung dan berbau,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang Jumat (9/10/2020).

Baca juga:  Awal Oktober Dibuka, Kendaraan Besar Tetap Lewat Tol

Rombongan Komunitas M2P Semarang terdiri atas Romlah Musahan, Suryati, Rahayu, Erna dan Gatot. Kehadiran mereka disambut hangat oleh General Manager Iskandar dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto.

Menurut Rahayu, Eco Enzyme ternyata bisa dimanfaatkan untuk cuci piring, penyegar ruangan, pembersih lantai, pengusir tikus dan serangga, penyubur tanaman, dan masih banyak lagi.

“Kami ingin memberikan edukasi bahwa Eco Enzyme itu multiguna dan ramah lingkungan. Saatnya kita tinggalkan bahan kimia,” kata istri Agung Pamujo ini.

Eco Enzyme memanfaatkan limbah rumah tangga yang selama ini dibuang begitu saja, seperti kulit jeruk, kulit pisang, kulit apel, kulit pepaya dan sebagainya. (mg1/zal/bas)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya