alexametrics

3.178 Industri Bangkit dan Genjot Produksi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 3.178 industri sudah kembali beroperasi di era new normal ini. Melihat potensi tersebut, Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang pun terus menggenjot sektor industri agar cepat bangkit.

Kepala Disperin Kota Semarang Mustohar mengatakan fenomena global yang langka ini turut menghambat laju industri secara umum. Kendati demikian, Mustohar menilai Kota Semarang cukup cerdas dan bijak menyikapinya.

“Pandemi Covid-19 ini memang dirasakan para pelaku industri. Terutama industri skala menengah dan skala besar yang sangat kerepotan. Sebab sebagian besar aktivitas mereka berhubungan dengan ekspor dan impor,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (28/9/2020).

Kendati begitu, industri kecil dinilai lebih bisa bertahan dan tetap eksis. Mereka cenderung lincah dalam menyikapi keadaan. Temuannya di lapangan, pelaku industri kecil cepat beradaptasi dan pandai beralih produksi. Pelaku industri kecil banyak yang berinisiatif agar tetap bertahan.

Baca juga:  Perketat Disiplin Prokes di Pasar Tradisional

Mustohar mencontohkan, produksi masker, APD, jamu sudah menjadi hal yang biasa. “Secara keseluruhan dampak positif Covid-19 justru melatih kemandirian. Mendorong masyarakat untuk mengembangkan semangat kolaborasi. Ini yang coba ditangkap oleh mereka,” imbuhnya.

Selain cepat beradaptasi, ada faktor lain yang memengaruhi. Menurutnya, kebijakan Pemkot Semarang untuk tidak menerapkan PSBB adalah langkah tepat. Kebijakan tersebut dinilai membantu industri kecil. Disperin turut pula membantu pelaku usaha, fasilitasi permodalan, serta penundaan kewajiban membayar pajak. Pabrik tetap beroperasi, meski ada pembatasan kegiatan masyarakat.

“Ketika ekspor agak macet, mereka membatasi produksi dengan menghabiskan stok produksi. Ketika bahan baku agak macet, mereka berinovasi dengan memanfaatkan bahan baku dari Semarang sendiri,” sambungnya.

Baca juga:  Ajak Kader dan Lansia Pedulikan Ibu Hamil

Agar tetap berada pada jalur yang baik, Disperin berusaha mengeksplore dan memperdayakan potensi industri yang ada. Artinya, produk asli Semarang akan terus diberdayakan. Mustohar akan menggandeng promotor dan pengusaha agar bisa berkolaborasi. “Yang kemarin tidak sempat kami sapa, sekarang kami sapa. Kami memang belum sempat gandeng, nantinya akan segera kami gandeng agar target kualitas dan kuantitas tercapai. Terutama industri yang terdampak lumayan di furniture dan logam,” bebernya.

Data Disperin Kota Semarang, sebanyak 3.178 industri mulai bangkit. Menurutnya, sembilan kawasan industri di Kota Semarang sudah resmi kembali beroperasi. Yakni kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terboyo, Kawasan Industri Lamicitra Nusantara, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru, Lingkungan industri Kecil Bugangan Baru, Kawasan Industri Guna Mekar Tambak Aji, Kawasan Industri Candi. “Dengan klasifikasi industri menengah sebanyak 410, dan industri besar sebanyak 556. Ini potensi industri yang sangat besar,” pungkasnya. (avi/ida/bas)

Baca juga:  Borobudur Marathon 2020 Berkonsep Hybrid

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya