alexametrics

Getolkan Pelatihan, Sasar Pasar Ekspor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Perindustrian Kota Semarang semakin gencar promosi industri fashion. Salah satunya dengan pelatihan desain fashion agar bisa menggaet pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Mustohar mengatakan, Kota Semarang direkomendasikan dan diusulkan sebagai kota kreatif fashion oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Kota dengan unggulan top culture. Menurutnya, pelatihan fashion sebagai komitmen agar pelaku UKM di Kota Semarang bisa terus berkembang. Hasil akhirnya, pelaku bisnis fashion bisa maksimal melebarkan sayap di kancah internasional.

“Kami harapkan fashion ini bisa menjadi lokomotif untuk menggerakan subsektor lain. Ada 17 subsektor di ekonomi kreatif, salah satunya fashion,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (21/9/2020)

Baca juga:  3.178 Industri Bangkit dan Genjot Produksi

Lebih lanjut, pihaknya menggandeng anggota Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan pelaku ekonomi kreatif di Kota Semarang. Desainer kenamaan, Sudarna Suwarna ditunjuk sebagai pemateri pelatihan. Ia diminta menularkan ilmunya kepada peserta yang hadir. “Mereka yang ikut sudah punya basic penjahit. Lumayan jika memiliki nilai tambah,”imbuhnya.

Mustohar menambahkan, daya saing industi fashion semakin ketat. Perlu kreativitas dan inovasi yang lebih ekstra. Kemampuan peserta wajib dibalut dengan kreativitas dan inovasi. Agar produk yang dihasilkan tidak itu-itu saja. “Kuncinya disini itu kolaborasi, kreativitas dan digitalisasi ketiga ini harus main,” bebernya.

Desainer Kota Semarang, Sudarna Suwarsa mengungkapkan para peserta di beri tugas untuk mengerjakan desain. Adapun tema yang diberikan relevan dengan kondisi sekarang. Yakni desain dengan tema covid-19. “Temanya soal covid-19. Jadi ketakutan itu kami bawa ke sebuah karya  yang bisa dinikmati.”singgungnya.

Baca juga:  Meski Pensiun, Tetap Kerja Produktif

Menurutnya, dari waktu ke waktu industri fashion Semarang semakin berkembang. Tak hanya soal produk, namun target sasarannya. Selain menggaet penjahit, ia pun membidik milenial untuk promosinya. Kelas fashion unggulan Semarang ada bridal, ready to wear dan local wisdom. “Di Semarang banyak desainer hebat. Secara karya bagus, sasaran pasarnya sudah sampai internasional. Ekspor ke Malaysia, Turki, Arab Saudi dan Jepang,” jelasnya. (avi/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya