alexametrics

30 Perusahaan Keluar dari BPJS Kesehatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 30 badan usaha atau perusahaan garmen dan hotel terdampak Covid-19, keluar dari kepesertaan anggota BPJS Kesehatan. Padahal puluhan perusahaan tersebut memiliki 27 ribu pekerja dengan 50 ribu jiwa keluarga yang terdampak.

“Penurunan itu terjadi sejak Mei sampai Agustus 2020. Artinya BPJS sudah tidak menanggung pekerja karena perusahaan tersebut sudah keluar dari kepesertaannya,” kata Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Semarang Nur Wulan Uswatun Khasanah, kemarin (15/9/2020)

Meski begitu, BPJS Kesehatan menganjurkan para pemberi kerja maupun HRD menggunakan aplikasi Elektronik Data Badan Usaha (Edabu) untuk memudahkan badan usaha dalam mengurus kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Saat ini Edabu telah merilis Edabu versi 4.2 untuk memperbaiki berbagai kekurangan dari versi sebelumnya,” jelasnya.

Baca juga:  Emak-Emak Tagih Janji Kades

Aplikasi Edabu terbaru ini memiliki fitur menarik. Di antaranya cek data kepesertaan, tambah dan edit data kepesertaan, upload masal, approval, laporan rekap iuran, serta cetak kartu dan cetak tagihan.

Wulan menambahkan untuk kepesertaan JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di wilayah Kota Semarang telah mencapai 653.311 jiwa dan di Kabupaten Demak sebanyak 242.768 jiwa. “Kini BPJS Kesehatan meluncurkan Edabu dalam versi Mobile yang dikembangkan untuk memberikan fasilitas bagi badan usaha dalam mengakses data pekerjanya,” imbuhnya. (hid/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya