alexametrics


Perkuat Transaksi Online, Bukukan 114,4 Juta Transaksi

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selama pandemi Covid-19, transaksi online Bank Mandiri wilayah Jateng-DIJ meningkat tajam. Berhasil membukukan jumlah transaksi sebesar 114,4 juta atau senilai Rp 129,6 triliun.

“Itu dari total keseluruhan dari 4,7 juta user dan e-channel yang telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital,” kata Region CEO Bank Mandiri VII Wilayah Jawa Tengah dan DIJ, Dessy Wahyuni kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (9/8/2020).

Lebih lanjut, Dessy menambahkan, masa pandemi memaksa perbankan untuk melakukan digitalisasi. Sistem ini menyasar kepada layanan perbankan yang sudah terintegrasi secara canggih. Sebut saja proses pembukaan rekening tabungan dan permohonan kredit. “Selain mempercepat proses administrasi, hal ini juga memudahkan nasabah karena tidak harus mendatangi kantor cabang,” katanya.

Tak dipungkiri, sedikit banyak pandemi memang mengubah sistem yang sebelumnya ada. Contohnya, pembukaan rekening tabungan online. Hingga saat ini, layanan digital tercatat mampu menerima rata-rata 2.000 rekening perharinya. Dengan akumulasi selama tahun 2020, mencapai 125 ribu rekening.

Selain rekening online, layanan digital kerap kali dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro. Menurut Dessy, kini mereka tersebiasa memanfaatkan platform digital. “Misalnya di Mandiri Pintar. Pelaku UKM bisa memeroleh pinjaman produktif dengan proses singkat, yakni 15 menit. Ada banyak yang coba kami tawarkan, sebut saja Mandiri Debit, Mandiri kartu kredit, e-money, mandiri online, mandiri internet bisnis, EDC dan e-commerce, QRIS, virtual account, mandiri ATM hingga mandiri agen,” tambahnya.

Untuk menggaet nasabah, manajemen turut melebarkan produk lain. Menyasar kepada para pelaku usaha resto (Digiresto) dan retail (Digiretail). Implementasi digital lainnya turut dikembangkan perbankan di sektor wisata. Bayarnya sudah menggunakan cashless. Ditempatkan untuk pembayaran tiket masuk, parkir dan wahana wisata di Jateng dan DIJ. Totalnya, 28 tempat wisata sudah terintegrasi secara digital.

“Termasuk Candi Borobudur, Candi Prambanan, Lawang Sewu, Gembiraloka, Jogja Bay. Pembayaran online ini juga sudah berlaku di 536 hotel serta 1.334 restoran di wilayah Jateng-DIJ,” bebernya.

Terakhir, kondisi pandemi Covid-19 ini telah memaksa seluruh perbankan untuk berinovasi. Selain memperkuat UKM, layanan perbankan digital turut mendukung bisnis perseroan. Kini, sektor jasa dan rumah sakit mencoba di ekspansi Mandiri. Penetrasi alat pembayaran merangsek masuk layanan publik. “Pembayaran di rumah sakit, supermarket, jasa transportasi, tempat ibadah serta SPBU. Ini sebagai salah satu bentuk dukungan perbankan kepada agenda pemulihan ekonomi nasional, maupun lokal,” jelasnya. (avi/ida/bas)

Terbaru

Populer

Lainnya