alexametrics

Bulan Depan Luncurkan Klaster Baru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kendati pandemi Covid-19, BSB City tetap optimistis bisa menjaga kondisi perusahaan tetap dalam kondisi sehat. Bahkan, bulan depan akan meluncurkan klaster perumahan baru, yakni The Miles New Cluster BSB City.

Hal tersebut terungkap dalam pameran perumahan di Paragon Mall Semarang, Jumat (21/8/2020). “Kami merasakan selama pameran kali ini, antusiasme pengunjung stand cukup besar. Mereka sudah tanya harga rumah di bawah Rp 1 miliar. Sudah daftar untuk yang bulan depan itu (The Miles),” kata Marketing Executive BSB City Selvy Milka di sela pameran.

BSB City, katanya, mengusung konsep kota mandiri. Otomatis, di dalamnya terdapat perumahan dengan jumlah banyak. Ada Graha Taman Bunga, Graha Taman Pelangi, Naraya, Branda Bali, Jarisari, dan Hilago. Animo masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga di bawah Rp 1 miliar masih banyak. “Kami mau buka yang di bawah Rp 1 miliar. Bulan depan baru membuka Nomor Urut Pengambilan (NUP) dari pameran kali ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (21/8/2020).

Baca juga:  Menyusuri Keindahan Alam dengan Cara yang Tak Biasa

Disinggung soal target penjualan, pihaknya tidak memberikan secara gamblang. Hanya saja, pameran tersebut sangat disambut baik. Lebih-lebih untuk membangkitkan lagi gairah properti di era new normal ini. “Kalau target penjualannya tidak terlalu ditarget. Minimal fokus ke produk baru yang akan launching bulan depan,” tutupnya.

Plt Wakil Ketua Bidang Promosi dan Humas REI Jateng Dibya Krisnanda menuturkan pameran properti adalah agenda tahunan. Pameran sempat berhenti cukup lama karena pandemi Covid-19. Pihaknya menilai, sebagai pelaku bisnis properti harus kembali cepat bergerak. Sebab, bisnis properti terdampak cukup besar. “Terutama di pemberian KPR terdampak 90 persen. Saat ini, memang alur pengajuan KPR dari perbankan ini cukup selektif,” katanya.

Baca juga:  Buka Queen City, KLG Perkuat Pasar Semarang

Sebelum ada pandemi Covid-19 dikatakannya pemeran diselenggarakan sebanyak 10 kali. Tahun lalu, sembilan kali pameran komersil dan satu kali pameran FLPP. Namun untuk tahun ini, baru terselenggara sebanyak empat kali. Menurut Dibya, kini kemampuan daya beli masyarakat yang perlu disoroti. “Sekarang, bank menganggap yang mampu dan aman membayar adalah debitur yang memiliki payroll di beberapa bank. Kami sedang menggarap skema pembayaran win to win dengan perbankan,”imbuhnya.

Propert Expo Semarang diikuti oleh lima peserta. Sebut saja, developer dari BSB City, BSB Village, Paramount Land, Griya Jaya Indah, dan Kini Jaya Indah Real Estate. Ia menyebutkan, pameran saat ini adalah pameran era new normal. “Kami ikut menggerakkan kembali properti. Sumbangsih ke negara lumayan besar. Belum untuk ke stakeholder yang itu cukup banyak,” tuturnya.

Baca juga:  Petakan Potensi Investasi dengan Regionalisasi

Pihaknya berharap, pemerintah dan perbankan ikut bersemangat dalam menggelorakan pertumbuhan properti. Sebab, ini adalah pameran properti pertama setelah era new normal. “Pameran ketiga pernah berhenti. Karena waktu itu terselenggara di awal-awal pandemi datang,” ungkapnya. (avi/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya