PLN Pastikan Pasokan Listrik Jateng dan DIJ Tak Terganggu

207
Antisipasi penyebaran virus korona, petugas PLN lakukan pemeriksaan terhadap pegawai dan tamu di kantor PLN distribusi Jateng-DIJ. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PLN Distribusi Jateng dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tetap siaga menjaga pasokan listrik ke masyarakat di tengah merebaknya wabah Korona (Covid-19). Pelayanan kepada pelanggan tidak akan berkurang karena ketersediaan listrik merupakan kebutuhan yang vital.

“PLN akan tetap memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan karena listrik merupakan kebutuhan yang harus tetap ada. Untuk itu kami akan berupaya memastikan pasokan listrik tetap aman dengan menyiagakan petugas kami, pelanggan juga kami himbau untuk memaksimalkan pelayanan PLN secara online untuk pembayaran tagihan listrik ,layanan sambung baru,perubahan daya, penerangan sementara dan pengaduan pelanggan, “ ujar General Manager PLN Distribusi Jateng & DIJ, Feby Joko Priharto, Selasa (17/3/2020).

PLN juga melakukan tindakan preventif terhadap penyebaran Korona di lingkungan kerja, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap orang yang masuk ke kantor, baik pegawai, mitra kerja maupun tamu.“Prosedur ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyebaran Korona khususnya di lingkungan kantor,” imbuhnya.

Pegawai atau tamu yang bersuhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius akan ditempatkan di ruang tersendiri dan tidak diperbolehkan memasuki gedung serta disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Selain pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal gun, PLN juga memasang standing banner yang berisi informasi adanya prosedur pemeriksaan dan pencegahan penyebaran Korona, menunda acara pertemuan dengan stakeholders, menghindari kegiatan pertemuan dan menggantinya dengan Vicon, dan menghindari perjalanan keluar negeri.

“Kami menghimbau para pegawai untuk membiasakan hidup bersih dengan cara mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin sebelum atau setelah beraktivitas, menggunakan masker apabila mengalami gangguan klinis, tidak melakukan kontak fisik, menghindari tempat keramaian, tidak berbagi serta bertukar peralatan makan atau minum, dan menjaga asupan makanan yang sehat serta istirahat yang cukup,” tutup Feby. (tya/bas)

Tinggalkan Balasan