alexametrics

Komposisi Diet Tepat, Cegah Penyakit Degeneratif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unissula yang tergabung dalam Kelompok Studi Healthy Aging atau Penuaan Sehat, melakukan Pengabdian Masyarakat, Kamis (12/12) kemarin. Kegiatan yang mengusung tema Pengaturan Komposisi Diet untuk Mencegah Penyakit Degeneratif ini, merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kamis (12/12) kemarin. Pesertanya, ibu-ibu kader PKK Kota Semarang Pokja IV dari 16 kecamatan.

Sedangkan tim dosen kali ini, terdiri atas Prof Dr dr Taufiqurrachman M.Kes Sp.And(K); Dra Eni Widayati M.Si; dr Nurina Tyagita M.Biomed; Azizah Hikma Safitri S.Si M.Si; dr Hesti Wahyuningsih M.Si.Med; Dr Titiek Sumarawati M.Kes; dan dr Dian Apriliana R M.Med.Ed.

Menurut Ketua Kelompok Studi Healthy Aging FK Unissula, Prof Dr dr Taufiqurrachman Nasihun M.Kes Sp.And(K), pengaturan pola makan sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Penyakit degenarif seperti diabetetes mellitus, hipertensi, dan sindroma metabolik.

Baca juga:  Bupati Batang Raih Doktor di UNJ

Porsi makan yang terdiri atas 40 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 30 persen lemak merupakan komposisi diet yang dianjurkan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh kelompok studi. Karbohidrat diperlukan untuk sumber energi, protein sebagai zat pembangun, dan lemak sebagai sumber energi serta berperan pada proses penting pada tubuh. Selain komposisi diet yang tepat, olahraga juga sangat penting untuk mencegah penyakit degeneratif.

Sementara itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, kadar kolesterol dan asam urat. Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta yang hadir pada penyuluhan dan sebagai skrining penyakit degeneratif. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengaturan komposisi diet untuk pencegahan penyakit degeneratif, praktik penghitungan kebutuhan kalori harian, pemilihan menu makanan, hingga sesi diskusi yang sangat menarik.

Baca juga:  Keterserapan Mahasiswa Capai 50 Persen

dr Dian Apriliana Rahmawatie M.Med.Ed menambahkan bahwa pentingnya pemilihan makanan dan pengaturan jumlah kalori yang tepat. Sebaiknya dipilih karbihodrat kompleks, seperti beras merah, ubi-ubian, sayur dan buah. Jumlah kalori yang terkandung juga harus dipertimbangkan sesuai kondisi seseorang. “Ibu hamil dan menyusui akan membutuhkan kalori lebih banyak. Aktifitas fisik juga menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh,” katanya. Mendapatkan penjelasan tersebut, ibu-ibu Penggerak PKK Kota Semarang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan diskusi. (tri/bis/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya