alexametrics

Tingkatkan Literasi, Ajak Masyarakat Berinvestasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak hanya gencar mempromosikan UMKM lokal lewat media media sosial (medsos)-nya. Ia juga mendorong masyarakat untuk melek literasi keuangan. Seiring perkembangan zaman, hari ini orang-orang tak hanya menyimpan uang dalam bentuk tabungan. Namun juga investasi dalam berbagai bentuk, seperti saham, obligasi, reksadana, emas, dan lainnya.

Saat dijumpai koran ini di ruang kerjanya, ia menyampaikan saat ini banyak Ibu Rumah Tangga (IRT) yang sudah mulai berinvestasi. Masyarakat juga kini mulai menaruh perhatian besar pada pengelolaan dana asuransi, dana pensiun, dst.

“Saya kira itu pro aktifnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bursa efek. Bursa itu sebenarnya sudah bagus lho. Hanya investasi dalam bentuk saham itu yang belum populer. Biasanya yang kenal itu, ya mulai kalangan menengah ke atas,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kesungguhan OJK Jateng ditunjukkan dengan tiga penghargaan yang diperoleh 2020 lalu. Di antaranya penghargaan provinsi dengan inovasi pengembangan program inklusi keuangan terbaik yang digelar Oktober 2020, penghargaan Simpel Award yang digelar November 2020 dan penghargaan khusus untuk Ganjar sebagai tokoh penggerak program inklusi keuangan terbaik yang digelar pada Januari 2021.

Baca juga:  Isoman Iso, Bantu Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Ganjar mengatakan penghargaan yang diberikan itu tidak lepas dari bantuan dan pendampingan OJK. Selama ini, pengembangan inklusi keuangan memang dipacu agar masyarakat menjadi lebih paham. Ke depan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan OJK untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan program keuangan yang inklusif.

Literasi dan inklusi keuangan terbukti mampu mendorong peningkatan jumlah investor domestik di pasar saham. Sehingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak lagi bergantung pada investor asing.

“Penghargaan-penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Jateng, agar keuangan kita lebih inklusif. Selain itu, kami juga terus mendorong masyarakat mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Baca juga:  Wujudkan Desa Mandiri Energi, Kembangkan EBT

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini mahasiswa banyak yang belajar mengenal investasi. Banyak di antaranya menabung saham dari jumlah kecil. Menyisihkan uang seadanya. Dengan praktik seperti itulah kelak mereka akan mengenal dan memahami betul investasi saham.

Ganjar melihat hal ini sebagai angin segar perekonomian Jateng. Upaya menggandeng lembaga keuangan dan pemain di dalamnya terus dilakukan. Agar literasi dan inklusi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran akan literasi keuangan pun otomatis meningkat secara perlahan. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya