alexametrics

Sederet Sinergi dan Kolaborasi OJK Jateng-DIY dengan Pemprov Jateng di Tengah Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Satu tahun lebih pandemi Covid-19 mendera dan mengakibatkan perekonomian dunia mengalami kontraksi. Bank Dunia dan IMF menyatakan, kondisi ekonomi saat ini merupakan salah satu terparah dalam sejarah dan lebih dari 40 negara mengalami resesi. Dampak serius juga dirasakan perekonomian Indonesia dan tentunya Jateng.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di awal kemunculannya pada Maret 2020 mengakibatkan perekonomian nasional pada triwulan II terkontraksi sebesar minus 5,32 persen (yoy) dan Jateng terkontraksi lebih dalam yaitu sebesar minus 5,91 persen (yoy).

Seiring dengan rangkaian kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk program vaksinasi yang dilakukan secara bertahap, serta upaya seluruh pemangku kepentingan membangkitkan dunia usaha, kinerja ekonomi nasional dan Jateng telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Pertumbuhan ekonomi Jateng meningkat dibanding tahun sebelumnya (Juni 2020) sebesar minus 5,91 persen (yoy) tumbuh menjadi sebesar 5,66 persen (yoy) pada Juni 2021. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun sebelumnya (Juni 2020) sebesar minus 5,32 persen tumbuh menjadi 7,07 persen (yoy). Pertumbuhan positif ini merupakan yang pertama kalinya setelah sebelumnya selama empat kuartal terakhir mengalami kontraksi.

Upaya yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, antara lain dengan menerbitkan berbagai kebijakan stimulus ekonomi, baik stimulus di bidang perbankan, Industri Keuangan Non Bank (IKNB), dan Pasar Modal. Di bidang perbankan dan IKNB, salah satu kebijakan yang sangat membantu menahan laju pelemahan ekonomi adalah kebijakan relaksasi dalam bentuk restrukturiasi kredit dan pembiayaan. Ini tentunya untuk melengkapi dan memperkuat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dikeluarkan pemerintah seperti subsidi bunga, penempatan uang negara, dan penjaminan kredit.

Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Aman Santosa SE MBA mengatakan, sampai dengan posisi 20 Juni 2021, restrukturisasi kredit perbankan di Jateng telah mencapai Rp 59,66 triliun dengan jumlah rekening yang direstrukturisasi sebanyak 1,2 juta rekening. Sedangkan restrukturisasi lembaga pembiayaan/leasing mencapai Rp 17,56 triliun dengan jumlah rekening sebesar Rp 523 ribu.

Dalam rangka evaluasi dan penyelesaian permasalahan serta kendala yang dihadapi di lapangan terkait restrukturisasi, OJK Regional 3 Jateng-DIY bersama Pemprov Jateng serta Industri Jasa Keuangan (IJK) secara aktif dan nyata memberikan informasi dan bantuan penyelesaian atas kendala-kendala yang dihadapi masyarakat. Di antaranya melalui layanan kredit center, yang dapat diakses seluruh masyarakat melalui website maupun kontak center yang disediakan.

Baca juga:  BRI Apresiasi Langkah OJK Siapkan Regulasi Baru Akuisisi Fintech

Selanjutnya, sebagai upaya peningkatan penyaluran kredit di sektor perbankan telah dikeluarkan kebijakan program Penempatan Uang Negara di Bank Himbara dan Bank Jateng, dengan implementasi sampai Juni 2021 telah mencapai Rp 51,85 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 968.173 rekening.

Selain itu, program subsidi bunga kredit di perbankan pada posisi yang sama telah diberikan sebesar Rp 1,01 triliun kepada 1.732.186 debitur. Terkait program ini, OJK Regional 3 Jateng-DIY bersama dengan Ditjen Perbendaharaan Negara Kanwil Jateng aktif melakukan sosialisasi khususnya kepada perbankan dan pelaku usaha termasuk UMKM. Bahkan melakukan pendampingan bimbingan teknis terhadap BPR/BPRS di kabupaten/kota di Jateng agar setiap BPR/BPRS dapat menerapkan program tersebut. Yang terakhir program stimulus lainnya yaitu program penjaminan kredit yang pada bulan Juli 2021 di Jateng telah mencapai Rp 4 triliun untuk 7.000 debitur.

Program-program pemerintah dan OJK yang dikeluarkan di masa pandemi Covid-19 tersebut memberikan hasil positif terhadap pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga berbankan di Jateng. Pada posisi Mei 2021, aset perbankan di Jateng tumbuh sebesar 10,87 persen secara year on year (yoy), pertumbuhan kredit sebesar 4,38 persen (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,43 persen (yoy) atau lebih baik dari pertumbuhan aset perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,68 persen (yoy), serta kredit nasional yang mengalami pertumbuhan -1,15 persen secara year on year. Capaian ini tentunya turut memberikan kontribusi terhadap premulihan ekonomi di Jateng.

Aman menambahkan, selain program-program stimulus di atas, OJK Regional 3 Jateng-DIY melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengakselerasi pemulihan ekonomi dengan mendorong kebangkitan UMKM di Jateng melalui program “UMKM Bangkit!” untuk meningkatkan kapasitas UMKM berusaha dalam era new normal. Program “UMKM Bangkit!” ditujukan untuk mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi untuk mendorong kebangkitan UMKM di Jateng, di antaranya keberadaan IJK sebagai pendukung pembiayaan UMKM, marketplace untuk mendukung pemasaran produk UMKM, serta teknologi informasi yang bisa digunakan untuk mengoperasionalkan UMKM agar lebih efisien.

Saat ini, di Jateng sendiri terdapat 4,17 juta UMKM yang memiliki peranan penting dalam penopang pertumbuhan ekonomi Jateng. Sebagaimana kita ketahui, UMKM ini menyerap tenaga kerja yang relatif banyak. Kalau saja 1 (satu) UMKM menyerap rata-rata tenaga kerja sebanyak 3 (tiga) orang, sudah dapat menyerap lapangan pekerjaan sebanyak 12,51 juta penduduk di Jateng atau 34,27 persen dari total penduduk Jateng tahun 2020 (36,5 juta penduduk). Meskipun kontribusinya cukup besar, namun masih terdapat 52 persen UMKM yang mengalami kendala pemasaran, 25 persen mengalami kendala pembiayaan, 5 persen mengalami kendala bahan baku, dan 18 persen mengalami kendala lainnya. “Hal ini tidak lepas dari dampak pandemik Covid-19 terhadap pembatasan mobilitas sehingga UMKM tidak bisa beroperasional dengan maksimal,” ungkap Aman.

Baca juga:  Fasilitasi Pelaku Usaha, Dorong UMKM Naik Kelas

Oleh karena itu, program “UMKM Bangkit!” di Jateng, dikembangkan dalam bentuk dukungan akses pembiayaan bagi UMKM, program peningkatan kapasitas pemasaran secara digital melalui marketplace, program peningkatan kualitas produksi dan manajemen UMKM, program asistensi perizinan, serta pengembangan platform digital “UMKM Bangkit!” yang mengintegrasikan seluruh informasi dan potensi pengembangan UMKM.

Selanjutnya, dukungan lainnya dalam pengembangan pelaku UMKM di Jateng melalui pemberian akses permodalan berbunga rendah dari perbankan OJK Regional 3 Jateng-DIY mengeluarkan program “Kredit Melawan Rentenir”, dengan tujuan agar pelaku UMKM mendapatkan permodalan dari perbankan. Selain itu, untuk menambah opsi sumber pembiayaaan, pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha dengan memanfaatkan akses pembiayaan dari perbankan dan juga fintech legal yang sudah terdaftar dan berizin di OJK, serta menggunakan produk pasar modal seperti security crownfunding dan lainnya.

Selain mengeluarkan serangkaian kebijakan dan dukungan penuh terhadap kebangkitan UMKM di Jateng, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan tingkat inklusi dan literasi di Jateng, OJK bersama pemerintah daerah dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menggalakkan budaya gemar menabung di kalangan masyarakat terutama pelajar dengan program Ayo Jateng Menabung.

Peningkatan inklusi dan literasi masyarakat Jateng dianggap penting, mengingat berdasarkan survei OJK tahun 2019 (survei tiga tahunan), tingkat literasi keuangan yang merupakan indeks level pengetahuan masyarakat terhadap jenis produk keuangan di Jateng tergolong masih rendah yakni sebesar sebesar 47,38 persen, namun sudah lebih tinggi dibandingkan dari Indeks Literasi Nasional sebesar 38,03 persen. Sementara Indeks Inklusi atau ketersediaan akses produk keuangan Keuangan di Jateng sebesar 65,71 persen, tercatat lebih rendah dibandingkan Indeks Inklusi Keuangan Nasional sebesar 76,19 persen dan target inklusi keuangan tahun 2019 sebesar 75 persen. Hal ini mencerminkan masih terdapat kelompok masyarakat yang belum dapat mengakses produk, jasa, layanan keuangan.

Baca juga:  Industri Perbankan Stabil, Kredit Masih Tumbuh 4,8 Persen

Pada kondisi pandemi, Gerakan Ayo Jateng Menabung disinergikan dengan gerakan kepedulian sosial kepada masyarakat yaitu dengan memberikan bantuan pembukaan 11.000 rekening Simpanan Pelajar (SIMPEL) bagi pelajar yang tidak mampu dan yang usaha orang tuanya terdampak Covid-19.

Atas kinerja dan capaian tersebut, di tahun 2020 Pemprov Jateng memperoleh beberapa penghargaan khususnya untuk program-progam yang terkait dengan inklusi keuangan, yaitu Provinsi dengan Inovasi Pengembangan Program Inklusi terbaik, termasuk penghargaan kepada Gubernur Jateng sebagai tokoh penggerak inklusi keuangan.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih menghantui di masyarakat, implementasi program serta capaian tersebut tidak akan tercapai maksimal apabila tidak didukung dengan mengurangi penyebaran Covid-19 di antaranya dengan mengurangi mobilitas masyarakat serta program vaksinasi yang saat ini digalakkan pemerintah. Sebagai bentuk dukungan terhadap program percepatan vaksinasi yang diinisiasi pemerintah, OJK Regional 3 Jateng-DIY, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng, bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan vaksinasi untuk pelaku di bidang Industri Jasa Keuangan (IJK) di 35 kabupaten/kota Jateng dengan target vaksinasi sebanyak 59.500 orang.

“Sesuai arahan Presiden pada peresmian vaksinasi sektor jasa keuangan Juni lalu, industri jasa keuangan diharapkan dapat menjadi sentra vaksinasi Covid-19 untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di tengah masyarakat,” tandasnya.

Menurutnya, percepatan vaksinasi bagi IJK tersebut mengingat sektor jasa keuangan merupakan salah satu sektor essensial penopang perekonomian yang beroperasi secara terbatas pada masa pandemk ini sehingga pegawai memiliki risiko penularan Covid-19.

Kecepatan dan keberhasilan dari vaksinasi Covid-19 akan sangat menentukan upaya pemulihan ekonomi nasional. Dengan terbentuk herd immunity industri jasa keuangan diharapkan dapat mengoptimalkan perannya dalam membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 untuk dapat bangkit kembali dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada hari jadinya tahun ini, Aman mengucapkan selamat Ulang Tahun ke-71 Provinsi Jateng, semoga Jateng semakin Gayeng, dan menjadi provinsi terdepan khususnya dalam hal kesejahteraan masyarakat. Aman berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin sangat baik antara OJK Regional 3 Jateng-DIY dan IJK dengan Pemprov Jateng dapat terus berlanjut pada setiap program-program lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan geliat ekonomi di Jateng serta dapat dirasakan manfaatnya oleh UMKM, pelaku usaha, dan masyarakat secara langsung. (adv/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya