alexametrics

Isoman Iso, Bantu Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Berangkat dari rasa kepedulian kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman), sejumlah relawan di Kabupaten Magelang membentuk sebuah jaringan kerja bernama Isoman Iso. Komunitas ini membantu warga dari kalangan kurang mampu yang terdampak selama menjalani isoman.

Jaringan kerja ini mulai dibentuk sejak akhir Juni 2021. Beranggotakan 16 orang sebagai pengurus inti. Berasal dari latar belakang yang beragam. Seperti pegawai pemerintahan, tokoh agama, dokter, relawan kemanusiaan, dan lainnya.

Sejak berdiri sekitar satu bulan lebih, mereka telah menyalurkan bantuan kepada 150 warga isoman yang ada di Kabupaten Magelang dan Kota Magelang. Dalam memberikan bantuan jaringan kerja Isoman Iso berbasis data. Supaya bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Baca juga:  Blusukan, Wali Kota Semarang Salurkan Bantuan Warga Terdampak Covid

“Kami dalam memberikan bantuan memang berbasis data. Kami bekerja sama dengan bidan dan Jogo Tonggo yang ada di setiap desa,” ujar Adhang Legowo, Koordinator Jaringan Kerja Isoman Iso saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sekretariat di Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Kata dia, dalam formulir online yang disebar, warga yang isoman bisa mengisi kebutuhan yang diperlukan. Tidak hanya sembako, mereka juga memberikan kebutuhan seperti sabun mandi, pampes, masker, vitamin, serta kebutuhan lainnya.

“Kalau sembako, kami hanya backup 50 persen. Karena sudah ada Jogo Tonggo di setiap desa,” katanya.

Menurut Adhang, selama ini banyak kebutuhan warga yang isoman di luar sembako. Sehingga pihaknya mencoba untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.”Jadi data yang masuk,  kami verifikasi terlebih dahulu. Supaya memang benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.

Baca juga:  Butuh Kebijakan Recovery Semua Sektor, Hidupkan Kembali Jateng

Karena jaringan kerja tersebut berbasis data, menurut Adhang, banyak donatur yang masuk. Para donatur yakin bantuan yang diberikan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

“Donatur banyak Mas yang masuk. Bahkan ada yang menawarkan untuk memberikan bantuan peti mati juga,” terangnya.

Adhang menuturkan, sebelumnya kebutuhan warga isoman yang belum terpenuhi adalah terkait oksigen. Namun saat ini sudah terpecahkan. Karena ada donatur yang memberikan bantuan berupa oxigen concentrator yang bisa digunakan tanpa isi ulang.

Selain memberikan bantuan secara fisik, jaringan kerja Isoman Iso juga memberikan bantuan konsultasi kesehatan secara gratis bagi warga yang isoman. Mengingat anggotanya juga ada yang bekerja sebagai dokter.
“Kami juga memberikan konsultasi kesehatan. Selain itu, juga memberikan bantuan obat-obatan yang standar,” jelas Adhang. (man/aro)

Baca juga:  Jambore Digelar Virtual, Kemah di Rumah Masing-Masing

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya