alexametrics

Fasilitasi Pelaku Usaha, Dorong UMKM Naik Kelas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jateng dituntut terus berinovasi agar naik kelas dan bisa bersaing di tingkat global. Perkembangan teknologi, harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk bisa terus eksis dan mengembangkan usaha.

Pemprov Jawa Tengah (Jateng) bahkan secara konsisten terus memfasilitasi dan menjembatani pelaku UMKM. Salah satunya dengan turut membantu pemasaran sekaligus mendukung adanya bantuan yang mudah dan ringan. Hasilnya cukup memuaskan, banyak pelaku UMKM yang bisa berinovasi dan bahkan produknya sampai diekspor. “Kami memang konsen untuk memberdayakan pelaku UMKM di Jateng,” kata Gubrnur Jateng Ganjar Pranowo.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng mencatat jumlah UMKM di Jateng 4.174.210 unit. Dari jumlah itu, untuk usaha besar 3.358 unit, usaha menengah 39.125 unit, usaha kecil 354.884 unit, dan usaha mikro 3.776.843 unit. Sementara berdasarkan data sensus ekonomi nasional BPS tahun 2016 tercatat UMKM binaan provinsi sebanyak 159.308 unit. “Peran UMKM sangat besar untuk menghidupkan gairah ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Di tengah pandemi, sektor UMKM banyak yang terdampak langsung. Pemprov Jateng pun terus memfasilitasi dan melakukan berbagai upaya untuk terus menghidupkan UMKM di Jateng. Mereka difasilitasi, dibekali skill, dan dibantu pemasaran. “Kami memberikan kemudahan. Bahkan meminta semua ASN membeli produk UMKM dan warung-warung,” ujarnya.

Baca juga:  Jambore Digelar Virtual, Kemah di Rumah Masing-Masing

Tidak sebatas itu, Pemprov Jateng bahkan membuka kran bagi pelaku UMKM untuk bisa dilibatkan di instansi. Melalui Aplikasi Blankon, UMKM diberikan kesempatan ikut pengadaan barang dan jasa dengan APBD yang nilainya 40 persen. “Pengadaan dilakukan secara penunjukan langsung. Jadi kami benar-benar ingin memberikan kemudaham dam memfasilitasinya,” jelasnya.

Tapi tetap saja berbagai upaya tersebut bisa berjalan mulus. Pelaku UMKM yang terlibat belum banyak. Ada yang bilang ribet, proses lama dan sebagainya. Termasuk tak punya modal. Padahal, Pemprov Jateng sendiri juga membuka kesempatan memberikan skill bagi yang mau. “Semua memang harus ada prosedur dan aturannya. Kalau mau pasti bisa. Tapi ya masih belum semua ikut, dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Sejumlah pelaku UMKM juga sudah mulai berinovasi. Contohnya ada yang jualan abon dikemas dengan kekinian. Atau jajanan jadul banyak yang dikemas modern sehingga lebih menarik. Pemprov bekerjasama dengan Baznas juga sudah meluncurkan cornet sapi yang higienis dan simpel. “Jadi UMKM sekarang harus terus berinovasi, produk makanan jadul kalau dikemas menarik pasti banyak yang berminat,” tambahnya.

Baca juga:  Pendampingan UMKM Perlu Diperluas

Ganjar juga terus melakukan kebijakan yang pro UMKM. Pekan jajan ASN, larisi warung tonggo terus digaungkan untuk memperbaiki sektor ekonomi Jateng. Begitu ekonomi bergerak, tentu akan menghidupkan berbagai sektor lain. Ia bahkan kerap membeli langsung produk UMKM. Baik makanan, handicraf atau masker. “Ini upaya saya, jika semua bergerak tentu geliat ekonomi akan cepat tumbuh. Sekarang sudah 5,6 persen, tinggal digenjot agar terus naik,” tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Ema Rachmawati mengakui, saat ini UMKM memang tengah menggeliat. Pihaknya getol memberikan pendampingan terhadap UMKM yang tersebar di 35 kota dan kabupaten di Jateng. Ada pula beberapa program untuk membina UMKM menjadi lebih maju. Seperti halnya pelatihan, kerja sama dengan pihak terkait seperti perbankan, BUMN, atau pemerintah daerah lain diperkuat. “Kami juga menargetkan sedang membuat sistem biar UMKM by name by address, biar terpantau aset mereka, dan perkembangannya bisa terpantau,” katanya.

Baca juga:  Menteri BUMN dan BRI Dukung Produksi Padi Model Bisnis Klaster dan Penggunaan Teknologi Modern di Cirebon

Sementara itu, bertepatan dengan Hari Jadi ke-71 Provinsi Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo meresmikan Kampus UMKM Shopee di Kota Semarang, Minggu (15/8). Hal ini untuk memudahkan para pelaku UMKM agar lebih tangguh.

Problem UMKM di Jateng hingga kini adalah kendala pemasaran. Maka perlu bekerjasama dengan Shopee untuk mendorong pelaku UMKM di Jateng melompat naik dan terkenal. “Sehingga pada kesempatan ulang tahun ke-71 Jateng ini, saya ambil tema Jateng Tangguh. Maka mereka semua juga harus tangguh termasuk UMKM-nya harus tangguh,” kata Ganjar dalam konferensi pers usai peresmian di Hetero Space UMKM Jawa Tengah, Banyumanik, Semarang.

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan Kampus UMKM Shopee ini merupakan wujud komitmennya dalam mendukung para pelaku UMKM di Jaten. Selain di Semarang, Kampus UMKM Shopee juga sudah diresmikan di Solo pada Mei 2021 lalu.

“Kami berencana menambah Kampus UMKM di 5 titik di Jateng. Harapannya, inisiatif ini bisa meningkatkan literasi digital bagi total 700.000 UMKM di Jateng,” katanya. (fth/kom/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya