alexametrics

Deteksi Varian Omicron, Tunggu Hasil WGS

Pasien Covid-19 Bertambah Jadi 12 Orang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Semarang yang sebelumnya pada Selasa (4/1) hanya ada tiga orang terkonfirmasi, saat ini terus mengalami penambahan. Data yang dihimpun dari https://siagacorona.semarangkota.go.id, Jumat (7/1) pukul 19.00, tercatat ada 12 pasien yang terkonfirmasi positif, masing-masing enam dari Kota Semarang dan enam dari luar Semarang.

Menurut informasi yang dihimpun, ada beberapa grup WhatsApp yang mengabarkan ada 11 pasien yang kembali masuk ke rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Semarang yang diubah menjadi tempat isolasi terpusat. Bahkan dengan jelas menyebutkan jika 11 orang tersebut adalah pasien yang tarpapar varian Omicron. Terkait kabar tersebut, Jawa Pos Radar Semarang mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M Abdul Hakam melalui pesan singkat.

Baca juga:  Pulihkan Usaha Konveksi dengan Produksi Masker

“Ada pasien Covid-19, Omicronnya menunggu hasil Whole Genome Sequencing (WGS),” kata Abdul Hakam yang dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (7/1).

Sebelumnya, Hakam menjelaskan jika saat ini pihaknya masih terus melakukan percepatan vaksinasi. Bahkan ia mengaku masih menunggu petunjuk teknis (juknis) Pemerintah Pusat terkait rencana pemberian vaksinasi booster bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, jika sampai saat ini belum menerima atau belum ada juknis yang dikeluarkan Pemerintah Pusat. Namun Dinkes mengaku siap melakukan vaksinasi jika juknis sudah keluar.

“Ada berita vaksinasi booster mulai tanggal 12 Januari mendatang. Tapi itu baru kabar saja. Kita siap lakukan kalau juknisnya sudah ada. Seperti vaksinasi anak kemarin,” tuturnya.

Baca juga:  Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Ratusan Santri Jalani Swab Test

Namun menurut dia, sebelum pelaksanaan vaksinasi booster. Vaksinasi anak usia 6-11 tahun harus diselesaikan lebih dulu, pihaknya mengaku terus mengejar agar vaksinasi anak bisa sesuai target 160 ribu yang rencananya rampung pada 10 Januari ini.

“Kita juga masih punya PR vaksinasi bagi warga yang domisili di Semarang. Mereka mungkin belum vaksinasi mungkin karena alasab belum punya KTP, dan sebagainya,” paparnya.

Rencananya, pada pekan ini, Hakam akan menyisir masyarakat yang berdomisili Semarang di setiap kelurahan. Pihaknya mengaku telah berkonsultasi dengan provinsi sekaligus menyampaikan rencana vaksinasi warga domisili Kota Semarang kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

“Ketersediaan vaksin juga masih aman. Ada vaksin jenis Astrazeneca yang expired date hingga akhir bulan ini, sehingga harus digunakan dalam dua pekan ke depan,” katanya. (den/aro)

Baca juga:  Jumlah Puskesmas Kota Semarang Belum Ideal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya