alexametrics

Vaksinasi Jateng Capai 40 Persen, Cilacap Terendah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Persentase vaksinasi di Jateng mencapai 40 persen pada minggu ini. Meski begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng masih akan mengejar percepatan dengan target mingguan 2,6 juta dosis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, pemerintah pusat telah memenuhi permintaan 2,6 juta dosis vaksin yang diajukan sebelumnya. Sekitar dua juta vaksin telah tersuntik, dalam seminggu. Pihaknya masih beradaptasi menyesuaikan kemampuan vaksin yang jumlahnya terus bertambah.

Ia menekankan wilayah yang capaiannya rendah untuk bekerja lebih keras. Dia katakan paling rendah Cilacap. Lalu disusul daerah aglomerasi Solo Raya, yaitu Surakarta, Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Semarang Raya.

Di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Kendal dengan total 11 daerah. “Untuk daerah aglomerasi tersebut target vaksinasi harus sampai 70 persen, dalam bulan ini,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menyebutkan Kota Semarang dan Kota Surakarta tingkat vaksinasinya telah mencapai hampir 100 persen. Percepatan pun tidak semata-mata mengandalkan sentra vaksinasi. Perlu ada tim vaksinator yang bergerak di setiap desa untuk mempercepat.

Baca juga:  Alhamdulillah, 62.560 Vaksin Telah Tiba di Jateng

“Kalau ada tim vaksinator desa kan bisa bergerak bersama untuk mempercepat sasaran,” ujarnya usai rapat mingguan penanganan Covid-19 di kantor Gubernur Jateng Senin (27/9/2021).

Dalam hal ini Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta pemerintah daerah tingkat dua, bekerja dengan cepat dan tepat untuk menghabiskan dosis yang telah diberikan. Kemudian vaksinator disiplin melaporkan data melalui aplikasi yang telah tersedia agar stok vaksin terpantau.

“Maka saya minta bupati dan wali kota untuk menambah titik vaksinasi. Biar akses rakyat dekat. Vaksinatornya ditambah. Dukungan dari TNI/Polri yang bisa dijoinkan untuk bisa bersama-sama lakukan vaksinasi. Bisa melibatkan kelompok masyarakat untuk percepat itu,” jelasnya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya