alexametrics

Sehari Suntik Vaksin 2.027 Pelajar SMP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Target vaksinasi pelajar masih terus dikejar pemerintah. Rabu (25/8/2021) kemarin, 2.027 peserta didik dari lima sekolah mengikuti vaksinasi pelajar di SMP Negeri 39 Semarang. Banyak di antaranya yang masih mengenakan seragam merah putih lantaran belum memiliki seragam OSIS.

Penanggung jawab vaksin Fendyka Novan Ulfiansyah mengatakan, semua guru dan pegawai terlibat dalam pelaksanaan vaksin. Beberapa guru dari sekolahan lain juga turut mensukseskan kegiatan tersebut.

“Sebagian besar yang divaksin anak didik kami SMPN 39, lainnya ada SMPN 32, SMPN 5, SMPN 15, dan SMPN 14. Tapi nggak semua pasti ikut, karena ada yang nggak disetujui orang tuanya, ada yang nggak lulus screening,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski program tersebut merupakan anjuran pemerintah, pihaknya tak memaksa orang tua untuk mendaftarkan vaksin anaknya. Jadwal vaksin sendiri dibagi 2 jam untuk tiap sekolah. Sebanyak 26 petugas screener menyeleksi calon penerima vaksin. Sedangkan dokter yang menyuntik ada 6 titik meja.

Baca juga:  Jadi Badut, Mahasiswa UIN Hibur Pasien Covid-19

Saat koran ini tiba, seorang siswa berseragam merah putih tampak kebingungan. Menengok dari kejauhan meragukan prosedur yang harus dilalui. Setelah diarahkan petugas, ia mengambil antrean dan duduk menunggu panggilan. Fauzi Hanafi memejamkan mata saat disuntik nakes.

Ia memang siswa baru kelas VII. Ia berangkat vaksin diantar ibunya dan belum memiliki teman. Pantas saja, ini pertama kalinya ia datang ke sekolah. Ia bahkan belum sempat memakai seragam baru OSIS. Namun Fauzi cuek, begitu observasi selesai, ia segera keluar gerbang menghampiri ibunya tanpa menoleh kanan kiri. “Saya vaksin ya karena disuruh orang tua, jadi nurut aja,” katanya.

Lebih lanjut, tak ada kendala serius dalam pelaksanaan vaksinasi. Semua pelajar diminta mendaftar lewat sistem informasi victori. Sedangkan untuk praktiknya di lapangan, banyak komplain datang dari orang tua lantaran seragam anaknya sesak. Pelajar baru banyak yang belum membeli seragam OSIS karena sekolah belum aktif. “Ya sudah buat yang nggak ada seragam atau sesak boleh pakai apa saja asal tetap sopan, mau gimana lagi,” tutur Fendyka. (taf/ida)

Baca juga:  Warga Karangayu Lakukan Gerakan Berjemur

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya