alexametrics

Perkuat Pembelajaran Daring, Untag Ciptakan Kampus Smile

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menciptakan kampus smile selama masa pandemi Covid-19. Artinya selalu memberikan senyum kepada siapapun termasuk dengan mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Rektor Untag Semarang Prof Dr Suparno MSi saat Ngobrol Asyik tentang Covid-19 yang dilaksanakan Jawa Pos Radar Semarang dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, di kampus setempat Rabu (17/3/2021). Talkshow yang dipandu Sulis SA ini mengusung tema tentang Perkulihan Selama Pandemi dan Menyongsong Perkulihan Tatap Muka.

Menurut Prof Suparno, kampus smile ini diwujudkan dengan memberikan senyum kepada siapapun termasuk dengan mahasiswa. Termasuk membangun keharmonisan antarentitas akademika. Baik antara dosen dengan mahasiswa, rektor dengan mahasiswa, maupun dengan dosen lainnya selama masa pandemi Covid-19.

Baca juga:  Sempat Gagal karena Tensi Tinggi, Pejabat Temanggung Akhirnya Divaksin

“Jangan pernah ada jarak antara dosen dengan mahasiswa. Dengan mahasiswa bisa membuka pembicaraan dengan menanyakan asal-usul mahasiswa serta mempertanyakan kondisi kedua orang tuanya,” kata Prof Suparno.

Menurutnya, perkuliahan jarak jauh atau daring ini, jangan sampai memutuskan tali silaturrahim antara dosen dan mahasiswa. Karena itulah, para dosen harus menanyakan langsung agar mengetahui kondisi mahasiswa selama perkuliahan.

Kendati begitu, kuliah daring kerap terkendala jaringan internet. Selain itu, banyak mahasiswa yang merasa jenuh juga selama mengikuti kuliah daring. Karena itulah, kampus mengeluarkan kebijakan tatap muka untuk kuliah praktik di laboratorium. Tapi dengan catatan harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan dilakukan secara bergantian.

“Durasi kuliah tatap muka dan daring, minimal 1,5 jam. Apabila mahasiswa mengikutinya serius, waktu tersebut sudah cukup dan paham. Sebab, semakin banyak daring, semakin banyak biaya internet yang dikeluarkan,” imbuhnya.

Baca juga:  Jaga Kebersihan Mal, Kunci Lewati Masa Kritis

Karena itulah, Prof Suparno berharap segera dilakukan vaksinasi terhadap civitas akademika. Dengan begitu, dapat melakukan kuliah tatap muka dengan tetap mematuhi prokes. Mulai memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak pun diatur,” jelasnya.

Kendati begitu, Prof Suparno menekankan bangunan pola komunikasi antara dosen dan mahasiswa, dengan cara membangun komunikasi antara orangtua dengan mahasiswa. “Ini akan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam pembelajaran daring,” tandasnya.

Sedangkan dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama pandemi Covid-19 adalah kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri. Setiap mahasiswa dipersilahkan mencari lokasi masing-masing dengan catatan berpedoman pada kurikulum. “Itu sudah ada pedomannya bagaimamna beraktivitas. Ini wajib diikuti oleh mahasiswa selama masa pandemi,” pungkasnya. (hid/ida)

Baca juga:  Setahun Lahirkan Tiga Profesor  

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya