alexametrics

Urban Farming Sasar Lahan Kosong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pelaksanaan urban farming di Kota Semarang mengalami perkembangan signifikan. Tidak lagi hanya memanfaatkan halaman rumah saja, tapi menyasar lahan kosong yang kurang termanfaatkan.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan, banyak manfaat yang ada pada urban farming. Selain tujuan utama yakni pemenuhan gizi dan menjaga ketahanan pangan keluarga. Upaya ini dapat membantu menaikkan perekonomian masyarakat. Apalagi yang terdampak pandemi Covid-19. “Hasil dari urban farming, selain bisa dikonsumsi, juga bisa dijual,” jelas Mbak Ita-sapaan akrab wakil wali kota dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Mewujudkan Ketahanan Pangan dari Rumah saat Pandemi yang dilaksanakan Jawa Pos Radar Semarang dan Satgas Covid-19 secara daring.

Selain itu, urban farming juga dapat menjadi sarana melepas stres. Terutama bagi anak yang terbatas ruang gerak karena pandemi Covid-19. “Agar anak tidak jenuh, bisa langsung praktik menanam sendiri di pekarangan rumah,” tambahnya.

Di Semarang sendiri, dirinya yang merupakan pegiat urban farming melihat perkembanganNya lumayan pesat. Di tiap kelurahan dan kecamatan mulai banyak yang mengembangkan. Bahkan beberapa sudah mulai menghasilkan. Hanya saja, bukan berarti hal tersebut tanpa kendala. Di perkotaan masih banyak yang mengeluhkan keterbatasan lahan untuk menanam, karena permukiman yang padat. “Kami ada solusi terkait keterbatasan lahan tersebut,” lanjutnya.

Baca juga:  Mantan Preman Bersihkan Masjid Al-Falah

Mbak Ita menjelaskan urban farming tidak hanya selalu diterapkan pada media tanah saja, tapi dapat menggunakan media polibag, aquaponik, hidroponik juga bisa dilakukan. Yang notabene hanya perlu lahan sempit. Selain itu, bisa dilakukan di beranda lantai dua rumah. Seperti untuk menanam anggur dan tanaman merambat lainnya. “Jadi, tidak melulu perlu lahan luas untuk urban farming,” katanya.

Pihaknya terus mengembangkan urban farming. Yang terbaru, ia akan menyasar pemanfaatan lahan kosong yang ada di Kota Semarang. Mbak Ita mengatakan, Semarang masih memiliki 30 ribu hektare lahan kosong dan 3.000 hektare lahan lestari. Yang tersebar di Gunungpati, Ngaliyan, Tugu, dan Mijen. Lahan tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk urban farming. Dibandingkan hanya menganggur. “Dari pada jadi tempat buang anak jin, lebih baik dimanfaatkan lahan kosong untuk urban farming. Sudah gatel tangan saya untuk segera melakukan,” katanya.

Baca juga:  Main Layangan, Bocah 13 Tahun Tersambar Kereta

Tidak hanya dari sisi lahan saja, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga perlu dilakukan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan dan kunjungan ke kebun warga melalui program Berkebun Hebat. Yang memang ia gagas untuk membantu masyarakat Semarang yang masih kesulitan menjalankan urban farming. “Karena urban farming dibilang gampang ya gampang, dibilang susah ya susah. Makanya kita terus melakukan pendampingan,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait urban farming yang dilakukan Pemkot, DPRD Kota Semarang sangat mendukung. Bersedia membantu jika nantinya terdapat kendala dalam pelaksanaannya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Juan Rama mengaku, dirinya merupakan pelaku urban farming dan sudah merasakan manfaatnya. Terkait rencana menyasar lahan kosong untuk urban farming, pihaknya tidak mempermasalahkan, justru siap membantu. Seperti dalam hal penganggaran. Mengingat kegiatan tersebut pasti butuh alokasi anggaran. “Yang terpenting ada sinergitas antara Pemkot Semarang dan DPRD Kota Semarang dalam mengembangkan program bagus seperti urban farming ini,” katanya.

Baca juga:  Sambangi dan Sumbang Warga Terdampak Covid-19

Sama halnya seperti DPRD Kota Semsrang, PKK Kota Semarang juga siap bersinergi dalam mensukseskan urban farming. Wakil Ketua TP PKK Kota Semarang, Ana Sriyani Agus Riyanto menuturkan, meskipun sedang pandemi Covid-19, pihaknya tetap memberikan sosialisasi dan edukasi terkait urban farming kepada seluruh kelurahan dan kecamatan. Yang dilaksanakan secara daring.

Untuk mensukseskan gerakan urban farming, pihaknya menjamin seluruh bantuan dari pemerintah kota seperti pupuk, polibag, benih dan lainnya dapat lancar terdistribusi bagi masyarakat Kota Semarang. “Bahkan kita akan bantu untuk komunikasi dengan provinsi untuk bantuan bibit jika memang diperlukan,” pungkasnya. (akm/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya